ITSEC Asia Soroti Kebutuhan Ekosistem Keamanan Siber Mengimbangi Pesatnya Adopsi AI di Indonesia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

ITSEC Asia menyoroti urgensi pembangunan ekosistem keamanan siber yang tangguh untuk mengimbangi perkembangan cepat kecerdasan buatan atau AI. Di tengah pesatnya adopsi teknologi ini, ancaman keamanan siber juga meningkat dengan kecanggihan yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia usaha agar tetap dapat berinovasi tanpa mengabaikan aspek keamanan data dan sistem digital yang mereka miliki.
Melalui acara AICX 2026, para pelaku industri menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pertahanan siber di era AI. Fokus utama adalah memastikan bahwa inovasi teknologi tidak berjalan di depan keamanannya, sehingga risiko potensi pelanggaran data dapat diminimalkan. Hal ini dianggap krusial mengingat ketergantungan bisnis pada sistem digital semakin dalam dari waktu ke waktu.
Dalam konteks Indonesia, isu ini dibahas lebih dalam melalui program Profit CNBC Indonesia pada Senin, 2 November 2026. Segmen tersebut mengulas sejauh mana kesiapan negara dalam menghadapi ancaman siber modern. Tujuannya adalah untuk menilai apakah strategi pertahanan siber nasional telah sejalan dengan akselerasi teknologi AI yang tengah didorong secara masif.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Kementerian UMKM Ingatkan UKM Jangan Buru-Buru IPO: Kesiapan Tata Kelola Jadi Kunci Utama

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
