IHSG Tembus 5.096 Poin, Saham Barang Baku Jadi Motor Penggerak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (2/11) dengan penguatan signifikan, beristirahat di level 5.096. Kenaikan ini sebesar 39,78 poin atau 0,79 persen dari hari sebelumnya, mengawali bulan November dengan sinyal positif di pasar modal dalam negeri. Berdasarkan data RTI Infokom, aktivitas pasar tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp12,39 triliun dan volume perdagangan sebanyak 35,31 miliar saham. Rasio penguatan saham juga didominasi oleh 315 emiten yang naik, melampaui 285 saham yang terkoreksi dan 118 saham yang stagnan.
Pergerakan IHSG kali ini didorong oleh sentimen positif dari pergerakan harga saham di sektor tertentu, meskipun secara global pasar menunjukkan dinamika yang berbeda. Penguatan indeks domestik ini memberikan nafas segar bagi investor retail maupun institusional yang menunggu momentum awal kuartal terakhir tahun ini. Kestabilan nilai tukar dan data makroekonomi yang terkendali turut menjadi faktor pendukung, meskipun dalam data yang tersedia, fokus utama tetap pada sentimen sektoral di bursa efek Indonesia.
Enam Sektor Menguat, Barang Baku Jadi Primadona
Secara sektoral, dominasi penguatan terasa jelas dengan enam dari 11 indeks sektoral mencatatkan kenaikan. Sektor barang baku memimpin daftar penguatan dengan lonjakan 2,32 persen, menjadi katalis utama kenaikan IHSG. Sebaliknya, lima sektor lainnya mengalami tekanan, di mana sektor kesehatan mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan 0,77 persen. Perbedaan performansi antar sektor ini menunjukkan bahwa investor sedang melakukan rotasi portofolio secara selektif, beralih ke sektor yang memiliki fundamental lebih kuat atau sentimen harga komoditas global yang lebih baik.
Daftar rincian pergerakan indeks sektoral pada sesi penutupan Senin, 2 November 2025 ini:
- Sektor barang baku: Naik 2,32 persen
- Sektor kesehatan: Turun 0,77 persen
- Enam sektor lainnya menguat
- Lima sektor lainnya melemah
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Kementerian UMKM Ingatkan UKM Jangan Buru-Buru IPO: Kesiapan Tata Kelola Jadi Kunci Utama

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
