Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

IHSG Ambruk 1,29% ke 5.000-an, Asing Justru Borong Saham Rp 253 Miliar

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Detik Bursa & Emas
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Ambruk 1,29% ke 5.000-an, Asing Justru Borong Saham Rp 253 Miliar
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan dinamika menarik pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di mana penutupan sesi I mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 1,29% ke level 5.032,43. Meskipun Indeks berada di zona merah dan sempat menyentuh titik terendah 4.979,34 pada perdagangan pagi, sentimen pasar tidak sepenuhnya negatif bagi investor internasional. Aksi jual yang mendominasi pergerakan Indeks justru diikuti oleh akumulasi besar dari investor asing yang tercatat melakukan pembelian bersih (*net foreign buy*) hingga Rp 253,09 miliar. Fenomena ini menandakan adanya rotasi portofolio di mana asing memilih untuk bertahan pada saham-saham pilihan meski Indeks secara keseluruhan melemah tajam.

Asing Borong GOTO dan BUMI di Tengah Pelemahan Indeks

Berdasarkan data Stockbit, total dana asing yang masuk ke pasar Indonesia mencapai Rp 2,49 triliun, jauh melampaui total dana keluar yang sebesar Rp 2,23 triliun. Dari sisi individu saham, PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi primadona asing dengan nilai *net buy* tertinggi mencapai Rp 70,10 miliar. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan akumulasi asing sebesar Rp 50,04 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang tercatat sebesar Rp 28,24 miliar. Ketertarikan asing terhadap sektor teknologi dan energi ini tampaknya menjadi penopang minat investasi meski tekanan jual sedang menghantam Indeks.

Dominasi Aksi Jual di Tiga Emiten Besar

Sementara investor asing beramai-ramai masuk ke GOTO, aksi jual masif terlihat pada tiga emiten berkapitalisasi besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tujuan jual asing terbesar dengan nilai *net sell* mencapai Rp 114,88 miliar. Tekanan jual juga terlihat pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) sebesar Rp 32,66 miliar dan PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 27,31 miliar. Asumsi di balik rotasi ini kemungkinan disebabkan oleh penyesuaian posisi dalam portofolio perbankan dan telekomunikasi, yang memindahkan modal ke sektor-sektor yang dianggap memiliki potensi pemulihan lebih cepat.

Secara keseluruhan, pasar modal RI tercatat melakukan volume transaksi sebanyak 25,45 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,99 triliun hingga penutupan sesi I. Dari total saham yang diperdagangkan, 591 saham melemah, 113 saham menguat, dan 82 saham stagnan, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 8.847,40 triliun. Pergerakan Indeks yang turun ke area 5.000 ini menjadi ujian bagi investor domestik, namun aksi beli asing yang masif memberikan sinyal bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental emiten pilihan tetap terjaga.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸