Gubernur DKI Jakarta Garis Baku: Dukung Penuh Polri Tuntaskan Pemberantasan Jaringan Narkoba di Kampung Bahari
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Pramono Anung , Gubernur DKI Jakarta, menyatakan dukungan penuh kepada Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan jaringan narkotika yang semakin meresahkan masyarakat.
- Pernyataan tegas ini dilontarkan menyusul operasi penggerebekan besar-besaran di Kampung Bahari , Jakarta Utara, yang dilakukan pada Minggu (1/11).
- Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas serta komitmen Pemprov DKI untuk tidak setengah-setengah dalam memerangi peredaran gelap narkoba di wilayah Ibu Kota.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, menyatakan dukungan penuh kepada Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan jaringan narkotika yang semakin meresahkan masyarakat. Pernyataan tegas ini dilontarkan menyusul operasi penggerebekan besar-besaran di Kampung Bahari, Jakarta Utara, yang dilakukan pada Minggu (1/11). Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas serta komitmen Pemprov DKI untuk tidak setengah-setengah dalam memerangi peredaran gelap narkoba di wilayah Ibu Kota.
Latar belakang pernyataan tersebut berakar dari sinergi lintas instansi yang melibatkan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11), Pramono menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menjadi bagian dari 'perang terhadap narkoba' dengan memberikan support penuh terhadap tindakan tegas aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa pemberantasan harus dilakukan hingga tuntas agar tidak memberikan ruang bagi jaringan kriminal untuk tumbuh kembali di area strategis Tanjung Priok tersebut.
Komitmen Fasilitas dan Penghujung Operasi Tuntas
"Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya, dukungan sepenuhnya kepada Polri yang sedang memberantas, mengambil tindakan tegas, perang terhadap narkoba," ujar Pramono. Ia menambahkan, "Kami berharap bahwa untuk perang narkoba ini tidak setengah-setengah, dilanjutkan, dan kami menjadi bagian itu." Komitmen ini secara spesifik mencakup pemanfaatan fasilitas milik Provinsi DKI Jakarta yang akan didedikasikan untuk mendukung operasional penegakan hukum dan rehabilitasi. Dengan melibatkan sumber daya daerah, Pemprov DKI berharap dapat mempercepat eliminasi titik-titik rawan narkotika yang menjadi jangkar distribusi.
Konteks Penggerebekan Ulangi di Kampung Bahari
Operasi di Kampung Bahari pada 1 November 2026 bukanlah insiden pertama yang terjadi di lokasi tersebut. Histori data menunjukkan bahwa pada Kamis (13/8) lalu, BNN juga telah melakukan penggerebekan di area Tanjung Priok ini. Operasi terdahulu dimulai dengan pengejaran bos narkoba berinisial MR dan sempat diwarnai perlawanan fisik dari para loyalis jaringan tersebut. Rekaman visual dari penggerebekan sebelumnya turut memperkuat bukti adanya jaringan terstruktur di area permukiman tersebut, yang kini menjadi perhatian utama otoritas keamanan nasional untuk dibersihkan secara menyeluruh.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Tanggul Pidie Jaya: 137 Sungai Terancam Sedimentasi, Percepatan Pengerukan Jadi Kunci

Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Terbongkar, Tiga Jenderal Aktif Polri Jadi Tersangka

Pertukaran Pemuda Indonesia-Shanxi Dimulai: Jelajahi Warisan Budaya dan Sejarah Kota Kuno Pingyao
