BRI Perkuat Ekosistem Pangan untuk Dukung Swasembada Protein Nasional

BRI memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dengan memperluas jangkauan pembiayaan ke seluruh ekosistem pangan, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada protein melalui pengembangan sektor perikanan, peternakan, UMKM, hingga industri pengolahan. Fokus pada penguatan rantai distribusi dan pengolahan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pelaku usaha secara berkelanjutan di tengah tantangan pangan global.
Komitmen tersebut terungkap dalam acara CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa swasembada pangan berkaitan erat dengan kedaulatan nasional serta keberpihakan terhadap pelaku usaha di lapisan terbawah, seperti nelayan dan pembudidaya ikan. Ia menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur seperti cold storage dan akses pembiayaan agar produktivitas serta kesejahteraan mereka dapat meningkat.
Dari sisi perbankan, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI memiliki posisi strategis karena mampu melayani pembiayaan dari segmen ultramikro hingga korporasi. Pendekatan ekosistem diterapkan untuk memastikan pembiayaan tidak berhenti di tahap produksi, melainkan mencakup penyediaan benih, pakan, investasi pengolahan, hingga distribusi. Contoh nyata implementasi ini terlihat pada ekosistem peternakan sapi perah di Malang, di mana BRI membiayai peternak, koperasi dengan fasilitas cold storage, dan industri penyerap hasil produksi secara terintegrasi.
Hingga akhir Triwulan II 2026, total portofolio kredit BRI mencapai Rp1.645 triliun dengan sekitar 75,1% disalurkan ke segmen UMKM. Khusus untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekitar 44% penyaluran diarahkan ke sektor pertanian dan perikanan. Didukung oleh sekitar 30 ribu tenaga pemasar spesialis, BRI memastikan konektivitas antarpelaku dalam rantai pasok untuk menciptakan ekosistem pangan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BJS Buka Suara Dugaan Hilangnya Emas 2,2 Kilogram: Fasilitas Gadai Dinyatakan Lunas Sejak 2013

OJK Luncurkan Blueprint Strategis Keuangan Syariah, Targetkan Pertumbuhan Aset Melampaui 10%

DJP Klarifikasi Mitos Pajak Digital: Transfer Bank Bukan Objek PPN, Ini Mekanisme SPP-TDLN
