⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BPS Catat Inflasi Indonesia Oktober 2026 di 3,23%, Tetap di Dalam Target Bank Sentral

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BPS Catat Inflasi Indonesia Oktober 2026 di 3,23%, Tetap di Dalam Target Bank Sentral
BAGIKAN:

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan bahwa tingkat inflasi nasional pada Oktober 2026 mencapai 3,23% secara tahunan (year-on-year) atau 0,22% secara bulanan (month-to-month). Angka ini menandai lautan harga di Indonesia yang masih terkendali di dalam sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu 2,5% plus minus 1% pada 2026, sekaligus memberikan sinyal positif bagi stabilitas makroekonomi di tengah dinamika pasar global.

Detail Komposisi Inflasi dan Dampak bagi Daya Beli

Perincian inflasi 0,22% pada periode tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga barang dan jasa masih bersifat moderat. Masyarakat perlu terus memantau komponen makanan bertenaga tinggi (high energy) yang kerap menjadi pendorong utama lautan harga bulanan, mengingat fluktuasinya sangat memengaruhi daya beli langsung, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan dan pedesaan. Konsistensi BPS dalam menyampaikan data ini secara transparan membantu konsumen dan pelaku usaha dalam membuat perencanaan keuangan rumah tangga serta strategi bisnis yang lebih adaptif.

Sensitivitas terhadap Riset Publik dan Kebijakan Moneter

Hasil rilis statistik terbaru ini tidak hanya menjadi tolok ukur kesehatan ekonomi domestik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi utama bagi Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan, termasuk suku bunga acuan. Dengan inflasi tetap di dalam sasaran 2,5% ±1%, ruang manuver bank sentral untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai rupiah dari tekanan eksternal menjadi lebih luas. Para pengamat pasar menyambut baik data ini sebagai konfirmasi bahwa upaya pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas harga masih berjalan efektif, meskipun harus waspada terhadap potensi tekanan inflasi pada kuartal berikutnya akibat musiman dan variabel harga energi global.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸