Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG Tetapkan Tiga Kabupaten Aceh Berstatus Awas Hujan Tinggi hingga 10 November

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

BMKG Tetapkan Tiga Kabupaten Aceh Berstatus Awas Hujan Tinggi hingga 10 November
BAGIKAN:

Tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan, kini resmi ditetapkan berstatus Awas potensi curah hujan tinggi selama Dasarian I November 2026 (1-10 November). Penetapan ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah 1 berdasarkan hasil pemantauan indikator iklim serta prospek cuaca terkini di kawasan pesisir barat dan selatan Aceh. Langkah preventif ini diambil seiring dengan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang mengonfirmasi bahwa Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat masih tergenang banjir pada Senin (2/11), menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap bencana susulan.

Sebaran wilayah yang masuk dalam radius status Awas sangat spesifik dan berdampak langsung pada berbagai kecamatan. Di Kabupaten Nagan Raya, empat kecamatan terdampak meliputi Beutong, Darul Makmur, Tadu Raya, dan Tripa Makmur. Sementara itu, ancaman cuaca ekstrem di Aceh Barat Daya membayangi delapan kecamatan, yaitu Babahrot, Blangpidie, Jeumpa, Kuala Batee, Lembah Sabil, Setia, Susoh, hingga Tangan-Tangan. Adapun di Aceh Selatan, tiga kecamatan yang berstatus Awas adalah Meukek, Labuhan Haji Barat, dan Labuhan Haji Timur. Selain tiga wilayah berstatus Awas tersebut, BMKG turut menetapkan status Siaga untuk enam daerah lainnya, yakni Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Wilayah Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Simeulue juga diwaspadai dan berada dalam kategori Waspada.

Imbauan Kewaspadaan dan Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem

Hendro Nugroho, Kepala BMKG Balai Besar Wilayah 1, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah yang masuk kategori Awas untuk meningkatkan kewaspadaan secara signifikan. Dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com pada Senin (2/11), Hendro menegaskan bahwa potensi curah hujan tinggi ini membawa risiko bencana yang kompleks. "Curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan dampak berupa banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor," imbuhnya. Imbauan ini menjadi krusial mengingat intensitas curah hujan yang diperkirakan akan terus melanda kawasan pesisir barat dan selatan Aceh dalam periode dasarian pertama bulan ini.

Dampak dari cuaca ekstrem ini sudah mulai terasa di lapangan. Update dari BPBA menunjukkan bahwa di Kabupaten Aceh Selatan, 161 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Di Kabupaten Aceh Barat, 105 jiwa dari Kecamatan Sungai Mas dan Woyla Barat juga dilaporkan mengungsi karena sejumlah wilayah masih tergenang air. Selain dua daerah tersebut, bencana banjir juga melanda Kabupaten Pidie Jaya dan Gayo Lues, memperluas sebaran risiko bencana di wilayah Aceh.

Pemetaan Wilayah Berstatus Siaga dan Waspada di Aceh

Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BMKG memetakan wilayah lain yang tidak berstatus Awas namun tetap memerlukan perhatian khusus. Status Siaga diberikan kepada Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Sementara itu, wilayah Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Simeulue diklasifikasikan dalam kategori Waspada. Pemetaan rinci ini memungkinkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi yang proporsional sesuai dengan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Koordinasi antara BMKG, BPBA, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengurangi korban jiwa dan kerugian material. Dengan kombinasi antara peringatan dini cuaca dan penanganan darurat yang responsif, diharapkan sebaran banjir dan tanah longsor dapat dikendalikan meskipun hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga 10 November 2026.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸