Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BI: Inflasi Oktober 2026 di 3,23% Terbukti Terjaga Berkat Sinergi TPIP-TPID dan Stabilisasi Harga Pangan

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BI: Inflasi Oktober 2026 di 3,23% Terbukti Terjaga Berkat Sinergi TPIP-TPID dan Stabilisasi Harga Pangan
BAGIKAN:

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2026 tetap terkendali dalam kisaran sasaran, berkat penguatan sinergi strategis antara bank sentral, pemerintah pusat, dan daerah. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa efektivitas pengendalian inflasi ini tidak lepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang konsisten. Meskipun tekanan eksternal masih berlanjut, BI meyakini bahwa inflasi pada tahun 2026 dan 2027 akan tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen atau 1,5-3,5 persen.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen, mengalami penurunan tipis dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang berada di 3,28 persen. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,22 persen. Tren melandai ini juga terlihat pada komponen inflasi inti yang secara tahunan berada di 2,56 persen, lebih rendah dari 2,84 persen pada bulan sebelumnya, sementara secara bulanan relatif stabil di 0,12 persen.

Rincian Komponen Harga dan Pengaruh Komoditas Utama

Penurunan laju inflasi bulan ini didorong oleh perbaikan performa kelompok pangan bergejolak (volatile food) yang inflasinya melandai menjadi 0,77 persen (mtm) dari 1,46 persen pada bulan sebelumnya. Namun, secara tahunan, kelompok ini justru naik menjadi 5,81 persen (yoy), di mana penyumbang utamanya adalah komoditas cabai merah dan cabai rawit akibat penurunan produksi di sejumlah sentra. Di sisi lain, kelompok harga diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi 0,09 persen (mtm), yang sejalan dengan penerapan tarif fuel surcharge sebesar 40 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.

  • Inflasi IHK Oktober 2026: 0,22% (mtm) dan 3,23% (yoy).
  • Inflasi Inti: 0,12% (mtm) dan 2,56% (yoy).
  • Inflasi Volatile Food: 0,77% (mtm) dan 5,81% (yoy).
  • Inflasi Administered Prices: 0,09% (mtm) dan 3,24% (yoy).

Respons Kebijakan Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Langkah Lanjutan

Sebagai langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas harga, BI menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mengimplementasikan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Strategi ini ditujukan untuk mengantisipasi dampak gangguan cuaca ekstrem, seperti fenomena El Nino, yang berpotensi mengganggu rantai pasokan dan harga bahan pangan. Dengan konsistensi kebijakan moneter dan kehati-hatian dalam pengelolaan suku bunga acuan, BI berkomitmen memastikan inflasi tetap sesuai fundamental ekonomi, meskipun terdapat volatilitas harga pada komoditas spesifik seperti cabai dan tarif transportasi udara.

Meow! Tanya Nesi!
😸