Banjir Lahar Semeru Rendam Tiga Kecamatan di Lumajang, Tanggul Jebol
Fokus pada panduan keluarga islami, doa sehari-hari, dan nilai-nilai keagamaan.

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Gunung Semeru selama enam jam memicu banjir lahar yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11/2026). Dampak bencana ini cukup signifikan, di mana air bah telah merendam pemukiman warga di tiga kecamatan utama, yaitu Jatiroto, Ronojiwo, dan Tempursari. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 sentimeter, menyebabkan genangan di jalan raya hingga masuk ke dalam rumah-rumah penduduk, sehingga mengganggu aktivitas harian warga setempat.
Respons Cepat BPBD dan Kondisi di Lapangan
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengonfirmasi bahwa laporan awal banjir diterima pada pukul 05.00 WIB. Sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Total 13 personel diterjunkan, terdiri dari tujuh orang untuk tim asesmen dan enam orang yang tersebar di dua desa untuk menangani situasi darurat. Hingga saat ini, belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa, namun Yudhi memprediksi adanya potensi longsor di beberapa titik yang masih menunggu verifikasi data lapangan.
Rekomendasi Pengamanan Zona Bahaya
Menurut data Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas kegempaan tercatat berupa satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm yang berlangsung selama enam jam, serta 14 kali gempa letusan. Dengan status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta dalam radius 5 kilometer dari kawah karena bahaya lontaran piar. Selain itu, sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan juga menjadi zona larangan aktivitas karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Peristiwa ini juga menyoroti kerentanan infrastruktur di daerah aliran sungai (DAS) Semeru. Hujan intensitas tinggi menyebabkan debit air melonjak drastis, yang berujung pada jebolnya tanggul di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar susulan di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan, guna meminimalkan risiko keselamatan.
BERITA TERKAIT (Agama)

Gubernur Pramono Luncurkan Duta Antihoaks Jakarta 2026, Libatkan 356 Pelajar SMA

Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Jembatan di Lumajang, Warga Terisolasi

Kapolda Jatim Ingatkan Siswa SMAN 10 Surabaya soal Narkoba Berkedok Vape
