Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Jembatan di Lumajang, Warga Terisolasi

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Detik News & CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Banjir Lahar Semeru Lumpuhkan Jembatan di Lumajang, Warga Terisolasi
BAGIKAN:

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Gunung Semeru pada Senin (2/11/2026) memicu aliran lahar yang melanda beberapa daerah aliran sungai di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dampak paling signifikan dirasakan di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, di mana jembatan limpas di Sungai Glidik dilaporkan lumpuh total karena ketinggian air yang melampaui permukaan jembatan. Kondisi ini menyebabkan akses lalu lintas tertutup dan mengisolasi ratusan warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk keluar dari lingkungan mereka.

Warga Terisolasi dan Ancaman Bahaya di Tepi Sungai

Menurut keterangan warga setempat, Sudibyo, jembatan yang biasanya menjadi jalur utama kini tidak bisa dilalui karena air banjir lahar yang masih tinggi. Akibatnya, warga yang tinggal di RT 02 dan RT 03, RW 07 Desa Purorejo, terpaksa terisolasi dan tidak dapat mengakses keluar dari lingkungan mereka. Situasi ini diperkirakan akan membaik dan aktivitas warga kembali normal setelah debit air banjir lahar di sungai tersebut surut. Selain melumpuhkan infrastruktur, banjir lahar juga dilaporkan mendekati permukiman warga dengan jarak aliran air hanya sekitar 5 meter dari rumah-rumah di tepi sungai, meningkatkan risiko bahaya bagi keselamatan penduduk.

Rekaman Seismograf dan Rekomendasi PVMBG

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, mengonfirmasi bahwa getaran banjir lahar tercatat berlangsung selama enam jam, tepatnya dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Alat seismograf merekam satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi 21.600 detik, serta aktivitas kegempaan lain seperti gempa guguran dan erupsi. Mengingat status Gunung Semeru yang berada di Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Hujan intensitas tinggi selama enam jam tersebut terbukti meningkatkan debit air di sejumlah DAS Semeru, yang bahkan menyebabkan tanggul di Desa Purorejo jebol. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan diri dan keluarga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸