Mendag Budi Santoso: Ritel Modern Jadi Katalis Utama Pengentasan Kemiskinan dan Ekspansi UMKM
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Menurut Budi, jaringan ritel modern berperan sebagai gerbang kurasi dan standardisasi produk.
- Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi daya saing produk lokal di tingkat internasional melalui program "Dari Lokal untuk Global".
- Dampak Strategis Kolaborasi Pemerintah dan Aprindo Kolaborasi ini dirancang secara khusus untuk mengurangi kemiskinan dengan memastikan produk lokal dapat diakses secara luas.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa sektor ritel modern memegang peran strategis ganda: tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam acara peresmian Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Senin, Budi menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah menghasilkan penyerapan produk lokal yang signifikan ke dalam jaringan ritel modern, dengan porsi mencapai angka mendekati 80 persen.
Menurut Budi, jaringan ritel modern berperan sebagai gerbang kurasi dan standardisasi produk. Ketika produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil menembus pasar ini, hal tersebut menandakan bahwa proses standarisasi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah berjalan optimal untuk menjaga mutu barang bagi konsumen. Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi daya saing produk lokal di tingkat internasional melalui program "Dari Lokal untuk Global".
Dampak Strategis Kolaborasi Pemerintah dan Aprindo
Kolaborasi ini dirancang secara khusus untuk mengurangi kemiskinan dengan memastikan produk lokal dapat diakses secara luas. "Memang salah satu kolaborasi kita di ritel modern adalah bagaimana kita mengurangi kemiskinan ya, menghilangkan kemiskinan. Makanya kita ada beberapa program bagaimana produk-produk lokal kita bisa masuk di ritel modern," ujar Budi Santoso. Pendekatan ini mengubah ritel dari sekadar tempat jual beli menjadi ekosistem yang mendongkrak nilai tambah produk dalam negeri.
Berikut adalah indikator keberhasilan dan capaian data yang disebutkan oleh Menteri Perdagangan dalam paparannya:
- Porsi produk lokal di gerai ritel modern kini mendekati 80 persen.
- UMKM PUKA (Pulas Katumbiri) mencatat transaksi senilai 40 juta dolar AS di Trade Expo Indonesia dan menembus pasar Singapura.
- Ekspor komoditas UMKM, khususnya kerupuk ke Belanda, mencatat nilai transaksi hingga 10 juta dolar AS.
Implementasi Program 'Dari Lokal untuk Global'
Program kurasi ini tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga membuka akses ekspor. Kasus sukses UMKM PUKA yang memproduksi aksesoris dan karya dari disabilitas membuktikan bahwa standar kualitas nasional mampu bersaing di kancah internasional. Dengan dukungan standardisasi BSN, produk lokal tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga sukses menembus pasar regional seperti Singapura serta negara maju seperti Belanda, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat kecil.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Polri Tetapkan Tiga Perwira Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Diketahui Disadap Sejak 2025

NTP Rekor 132,60 Jadi Bukti Swasembada Pangan Bisa Menyejahterakan Petani

PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik di Tujuh Wilayah untuk Pulihkan Ekosistem
