⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Balik dari Merah Jelang Sesi Dua, IHSG Menguat 0,95% ke Level 5.105

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Balik dari Merah Jelang Sesi Dua, IHSG Menguat 0,95% ke Level 5.105
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tren melemah di awal perdagangan, menutup sesi pertama di zona hijau dengan kenaikan signifikan pada Senin (2/11/2026). Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut berakhir di posisi 5.105,20, menguat 48,15 poin atau setara dengan 0,95% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini dibarengi dengan volume transaksi yang cukup besar, tercatat sebesar 198,2 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp6,38 triliun, menandakan antusiasme investor yang kembali pulih di paruh pertama hari perdagangan.

Koreksi Tipis Setelah Sentuhan Level Tertinggi Harian

Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama ini menunjukkan fluktuasi yang cukup lebar. Indeks sempat dibuka melemah di 5.039,54, bahkan tertekan hingga menyentuh titik terendah harian di 4.981,52 atau turun 75,53 poin. Namun, setelah pukul 10.00 WIB, momentum berbalik menjadi positif. IHSG melonjak dan menyentuh level tertinggi di 5.125,74 sebelum terkoreksi tipis ke level penutupan sesi I. Secara keseluruhan, dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), 391 saham menguat, 315 saham melemah, dan 257 saham stagnan. Selisih antara titik terendah dan level terkini mencapai 123,68 poin, atau 2,48%, menunjukkan volatilitas yang tinggi namun berakhir positif.

Antisipasi Data Makro Global dan Kebijakan BEI Baru

Merespons pelemahan pasar sebelumnya, BEI resmi mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini tidak serta-merta memicu penurunan atau lonjakan drastis indeks. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada konstituen IHSG lainnya. Dari sisi sentimen eksternal, perhatian investor tertuju pada rilis data PMI Manufaktur Indonesia untuk Oktober 2026 oleh S&P Global, yang menjadi indikator awal kesehatan sektor riak setelah aktivitas manufaktur kembali ke zona ekspansi pada September lalu.

Minggu ini juga merupakan pekan krusial bagi investor global dengan beragam pengumuman data ekonomi penting. Pada hari yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Oktober 2026, dengan konsensus pasar memperkirakan inflasi bulanan sebesar 0,24% dan tahunan 3,25%. Di level global, investor akan memantau pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan Selasa (3/11/2026), yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan politik. Selain itu, data tenaga kerja AS seperti Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) serta laporan ADP juga akan dirilis sepanjang pekan ini. Puncak perhatian tertuju pada Jumat (6/11/2026), saat data Nonfarm Payrolls (NFP) dan angka pengangguran Oktober AS diumumkan, yang sering kali menjadi pemicu utama pergerakan pasar global. Investor domestik disarankan untuk mewaspadai volatilitas pasar yang mungkin meningkat seiring rilis-rilis data makroekonomi tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸