Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bahlil Perintahkan Penahanan Produksi Nikel untuk Stabilkan Harga Pasar Global

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Bahlil Perintahkan Penahanan Produksi Nikel untuk Stabilkan Harga Pasar Global
BAGIKAN:

Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, menyerukan langkah strategis kepada para pengusaha industri pertambangan nikel untuk menahan produksi mereka demi menjaga stabilitas harga komoditas strategis ini di pasar internasional. Perintah tegas ini disampaikan dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta, Senin, sebagai respons terhadap jatuhnya harga nikel yang kini berada di bawah 16 ribu dolar AS per ton.

Kebijakan ini merupakan upaya korektif terhadap kondisi pasar yang sedang tidak seimbang. Bahlil menjelaskan bahwa tingginya volume produksi Indonesia telah menciptakan situasi surplus yang menekan harga. Menurut datanya, saat ini harga nikel berfluktuasi di level 15 ribu dolar AS per ton, sebuah penurunan signifikan yang mengancam keberlanjutan ekonomi sektor tambang. Penyebab utama dari anomali harga ini adalah kelebihan pasokan (oversupply) sebesar 800 ribu ton di pasar dunia, yang sebagian besar didorong oleh output dari Indonesia.

Mekanisme Pengendalian Suplai melalui RKAB

Untuk menekan lonjakan pasokan tersebut, Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menginstruksikan Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, untuk memperketat pengawasan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Strategi ini bertujuan mengendalikan suplai nikel secara presisi. Bahlil menyatakan siap mengambil penuh tanggung jawab atas keputusan tersebut, menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan murni untuk kebaikan bangsa dan negara tanpa ragu-ragu.

"Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan suplai dan demand lewat RKAB untuk di nikel, itu dilakukan, saya yang tanggung jawab. Untuk kebaikan bangsa dan negara enggak usah ragu-ragu," ujar Bahlil dalam pernyataan resminya. Langkah ini dirancang agar tingkat produksi nikel Indonesia dapat diselaraskan secara dinamis dengan kebutuhan riil pasar global, menghindari penumpukan stok yang merugikan para produsen.

Dampak Strategis dan Prinsip Keberlanjutan Sumber Daya

Pendekatan ini tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek konservasi jangka panjang. Bahlil mengingatkan bahwa nikel adalah sumber daya alam tidak terbarukan yang terbatas. "Nikel kalau diambil, habis, ya nggak bisa ada lagi. Jadi, pengelolaannya betul-betul harus dengan bijaksana," katanya. Pesan ini menegaskan bahwa efisiensi produksi harus menjadi prioritas agar sumber daya ini tetap memberikan nilai tambah maksimal bagi negara sebelum kehabisan.

Langkah penahanan produksi ini diharapkan dapat memberikan efek domino positif bagi pendapatan negara, mengingat data terbaru dari ESDM mencatat nilai ekspor nikel telah mencapai 25,96 miliar dolar AS per Agustus. Dengan stabilisasi harga, pemerintah berharap target ambisius ekspor nikel yang menembus 45 miliar dolar AS pada tahun 2026 dapat tercapai secara lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi emiten tambang seperti PT Aneka Tambang (Antam).

Meow! Tanya Nesi!
😸