Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di MotoGP Malaysia dengan Podium Terbaik Kariernya
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Veda Ega Pratama menorehkan prestasi gemilang dengan finis di posisi kedua pada balapan Moto3 Malaysia, sekaligus mengukir rekaman hasil terbaik dalam kariernya di ajang Grand Prix. Pemanfaatan makanan khas daerah asal pembalap Indonesia ini, yaitu belalang goreng atau walang goreng, menjadi momen unik saat ia merayakan pencapaian tersebut di sirkuit.
Momen Unik di Parc Ferme dan Persaingan Ketat
Setelah balapan selesai dan kendaraan para penghuni podium diparkir di area parc ferme, Veda Ega tampil membawa sebuah kotak transparan berisi belalang goreng khas Gunungkidul. Ia sempat memperlihatkan isinya kepada Maximo Quiles, pembalap yang berhasil menang pada balapan tersebut, yang tampak terkejut melihat menu tradisional itu. Sebelum menuju podium resmi, Veda Ega menyantap belalang goreng tersebut sebagai bentuk perayaan.
Dinamika Balapan dan Histori Baru
- Start dari posisi kedelapan, Veda Ega berhasil menembus rombongan depan pada Moto3 Malaysia.
- Perebutan posisi kedua melibatkan empat pembalap: Veda Ega, Hakim Danish, David Almansa, dan Alvaro Carpe yang bersaing ketat dalam jarak rapat.
- Final: Veda Ega finis kedua, Alvaro Carpe ketiga, Hakim Danish keempat, dan David Almansa kelima.
- Hasil ini mematahkan rekor finis terbaik sebelumnya, yakni posisi ketiga di Moto3 Brasil, menandai podium kedua Veda Ega di kelas Moto3.
Pencapaian ini menggenapi langkah sejarah dalam karier internasional Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia MotoGP, dengan podium kedua menjadi milestone penting dalam perjalanan pembinaan pembalap muda Indonesia di kancah internasional.


