Kinaryosih Hadapi Tantangan Karakter Mak Eli di Film Horor Putri Jangan Gentayangan Lagi
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Kehadiran sosok asli Mak Eli di premier film Putri Jangan Gentayangan Lagi menciptakan dinamika emosional yang berat bagi pemeran utamanya, Kinaryosih. Aktris tersebut mengaku merasakan ketegangan berlebih saat berhadapan dengan sumber cerita asli yang menginspirasi perannya di layar lebar, sebuah tekanan psikologis yang berimbas pada proses interpretasi karakter sejak sesi uji bacakan.
Tantangan Adaptasi dan Dinamika Produksi
Adaptasi kisah viral dari kanal YouTube Lentera Malam yang telah meraih lebih dari 25 juta penonton ini menghadirkan tantangan teknis bagi Kinaryosih. Ia harus menyesuaikan logat Bekasi-Betawi yang jauh berbeda dari kebiasaan bicaranya, sekaligus menggali konflik batin terkait hubungan kompleks antara Mak Eli dan Putri. Sutradara Rizal Mantovani memberikan ruang eksplorasi bagi aktor untuk membangun karakter secara mandiri, meski tetap berpegangan pada dasar penulisan skenario yang telah disepakati.
- Proses Kreatif: Kinaryosih menerima kebebasan dari sutradara dalam mengeksplorasi karakter, namun tetap mematuhi kerangka dasar cerita.
- Reaksi Sumber Cerita: Kehadiran Mak Eli asli yang menangis selama pemutaran film dinilai Kinaryosih sebagai bukti dampak emosional cerita yang kuat.
- Tujuan Sutradara: Rizal Mantovani berfokus pada penggabungan elemen teror dengan narasi kehilangan keluarga untuk memperdalam dampak horor bagi penonton.
Rizal Mantovani menegaskan bahwa kekuatan utama film tidak hanya terletak pada unsur mistis, melainkan pada dimensi emosional keluarga yang kehilangan anggota pentingnya. Ia ingin memastikan penonton tidak sekadar merasakan takut, tetapi juga memahami ikatan batin yang menjadi pemicu gangguan supranatural dalam cerita tersebut. Pendekatan sinematik ini bertujuan membuat horornya terasa dekat dan relevan dengan pengalaman kehilangan yang dialami masyarakat umum.
Penampakan Makna Emosional Setelah Pemutaran
Momen emosional memuncak ketika Kinaryosih menyaksikan Mak Eli menitikkan air mata usai film diputar di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/10). Reaksi tersebut tidak disambut sebagai keberhasilan murni oleh sang aktris, melainkan dipandang sebagai indikator bahwa pesan film telah mencapai sumber ceritanya secara personal. Bagi Kinaryosih, kehadiran sosok asli menjadi elemen paling berkesan karena menambah dimensi nyata pada performanya, meskipun ia mengakui gugup sepanjang proses produksi.
Film ini mengisahkan keluarga yang dihantui gangguan supranatural pasca-kehilangan Putri, dengan misteri mendalam terkait keberadaannya yang seolah belum benar-benar pergi. Putri Jangan Gentayangan Lagi akan dirilis serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026, melanjutkan jejak kisah yang sempat viral di platform digital sebelum diadaptasi oleh MVP Pictures.


