Pertamina Gelar SMEXPO 2026 di Bekasi, 50 UMKM Diberi Akses Pasar Baru
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pertamina menggelar Pertamina SMEXPO 2026 di Bekasi, Sabtu (31/10), sebagai upaya memperluas akses pasar bagi 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, meningkatkan penjualan, serta memperluas jaringan bisnis.
SMEXPO Sebagai Strategi Pemberdayaan UMKM
SMEXPO 2026 di Bekasi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah digelar di Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta, serta direncanakan akan berlanjut ke Cilacap dan puncaknya di Jakarta. Kegiatan ini didukung oleh Pertamina Foundation dan entitas Pertamina Group seperti Patra Jasa, Perta Life Insurance, IHC, dan Pertamina Lubricants.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa SMEXPO tidak hanya bertujuan membina UMKM, tetapi juga mempertemukan mereka dengan pasar. Dalam acara di Bekasi, 25 UMKM hadir langsung, sementara 25 lainnya mengikuti melalui produk yang dipasarkan di lokasi acara.
Inovasi dan Partisipasi UMKM
Salah satu UMKM yang berpartisipasi adalah Imah Keramik asal Bogor, yang digeluti oleh Sissy. Ia memperkenalkan perhiasan keramik artistik dengan ukiran unik dan sentuhan motif batik. Pengunjung juga bisa merangkai gelang keramik sendiri sesuai selera.
Sissy mengatakan bahwa SMEXPO memberikan kesempatan untuk memperkenalkan inovasi produk keramik yang baru dikembangkan tahun ini. "Kami membutuhkan sarana seperti SMEXPO untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar," ujarnya.
- 50 UMKM berpartisipasi dalam SMEXPO 2026 di Bekasi
- 25 UMKM hadir langsung, 25 lainnya melalui produk yang dipasarkan
- SMEXPO telah digelar di Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta
- Program pemberdayaan Pertamina Foundation telah menjangkau 28 provinsi di Indonesia
Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menekankan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Tiga tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk. Ia berharap UMKM yang didampingi bisa berkembang hingga menembus pasar global.
Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP), Priscilia Simon Mantiri, menyoroti bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat. Ia mengapresiasi peran perempuan pelaku UMKM dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Arya menilai bahwa peningkatan penjualan UMKM akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengembangan bisnis. "Kalau UMKM mendapatkan penjualan yang bagus, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerjanya. Mereka bisa memperluas bisnis dengan lebih cepat dan berpotensi meningkatkan lapangan kerja," ujarnya.


