Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

400 Pelajar Jakarta Dalami Konsep Carbon Offset dan Peran Pencegahan Karhutla

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

400 Pelajar Jakarta Dalami Konsep Carbon Offset dan Peran Pencegahan Karhutla
BAGIKAN:

Pengertian teknis mengenai kompensasi emisi karbon kini menyentuh kalangan pelajar Jakarta melalui Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta). Sebanyak 400 siswa dari sekitar 30 sekolah mengikuti sarasehan yang mengaitkan perhitungan individu dengan tindakan nyata, seperti penanaman pohon, untuk menyeimbangkan dampak karbon akibat penggunaan transportasi dan bahan bakar harian.

Strategi Edukasi Karbon dan Respons Karhutla

Forum ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menyoroti isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai dampak dari minimnya tindakan pencegahan. Pendekatan ini dinilai efektif karena meluaskan perspektif pelajar dari sekadar konservasi pasif menjadi aksi preventif yang terukur. Di sisi lain, partisipasi dalam komunitas pecinta alam ini diklaim mampu menjauhkan siswa dari perilaku negatif seperti tawuran dan perundungan, berkat kuatnya nilai solidaritas yang terbentuk di lingkungan organisasi tersebut.

  • Skala Kegiatan: Melibatkan 400 pelajar dari 30 sekolah di Jakarta.
  • Mekanisme Kompensasi: Menghitung total karbon individu untuk di-offset melalui penanaman pohon.
  • Isu Strategis: Menyoroti karhutla dan peran siswa dalam upaya pencegahan.

Integrasi Kebijakan dan Harapan Ke Depan

Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan menyambut baik kegiatan ini karena selaras dengan program Jaga Olah Sampah Sekolah (JOSS), sebuah inisiatif Gubernur DKI Jakarta untuk mendorong pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan. Kepala Suku Pendidikan, Sarwoko, menekankan pentingnya gerakan penghijauan dan perawatan pohon di sekolah untuk meningkatkan kualitas sirkulasi udara dan kenyamanan belajar. Puncak inisiatif ini dijadwalkan akan berlangsung di Lapangan Banteng pada 19 Desember, dengan harapan pembukaan resmi oleh Gubernur. Dampak jangka panjang diharapkan tercipta ketika siswa alumni Fasta dapat menjadi agen edukasi yang membawa budaya kebersihan dan konservasi kembali ke sekolah masing-masing secara berkelanjutan.

Meow! Tanya Nesi!
😸