Partai Arab Siap Gabung Blok Eisenkot Gulingkan Netanyahu
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ketua Joint List, Ahmad Tibi, menyatakan kesiapannya untuk membantu menggulingkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan bergabung ke dalam koalisi perubahan yang dipimpin Gadi Eisenkot. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap permintaan resmi dari kubu Eisenkot, menandai pergeseran strategis dalam dinamika politik Israel pasca-pemilu.
Komposisi Kursi dan Ambang Batas Pemerintahan
Berdasarkan perhitungan suara hingga Kamis, blok pendukung Netanyahu telah meraup 52 kursi parlemen. Sementara itu, blok Eisenkot mengumpulkan 48 kursi, dengan partai-partai Arab menyumbang 20 kursi melalui Joint List (12 kursi) dan Ra'am (8 kursi). Sesuai aturan konstitusi Israel, seorang calon perdana menteri baru dapat membentuk pemerintahan jika menguasai 61 kursi.
- Joint List & Ra'am: Total 20 kursi menjadi penentu kunci dalam pembentukan pemerintahan alternatif.
- Kubu Eisenkot: Saat ini mengantongi 48 kursi, masih kurang dari ambang batas 61 kursi.
- Kubu Netanyahu: Menggenggam 52 kursi, juga belum mencapai mayoritas mutlak yang diperlukan.
Strategi Politik dan Komitmen Perubahan
Dalam rilis resmi, Joint List menegaskan akan mengerahkan seluruh kekuatan politik untuk mengakhiri pemerintahan Netanyahu. Mereka berkomitmen untuk membangun pemerintahan alternatif yang membawa perubahan mendasar dari kebijakan yang dianggap diskriminatif saat ini. Tujuan utama dari koalisi ini adalah mengakui hak-hak masyarakat Arab serta mengakhiri eksklusi komunitas tersebut dari sistem politik. Analis politik Palestina, Ahmed Najar, menilai bahwa kemitraan dengan partai Arab merupakan satu-satunya jalur realistis bagi Eisenkot untuk mencapai keseimbangan kekuasaan.
BERITA TERKAIT (Politik)

MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Elite Politik Tuntut Penegasan Status Wapres

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
