⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polda Metro Rekayasa Arus Lalu Lintas Antisipasi Aksi #INDONESIASADAR di Jakarta

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Polda Metro Rekayasa Arus Lalu Lintas Antisipasi Aksi #INDONESIASADAR di Jakarta
BAGIKAN:

Antisipasi potensi kepadatan lalu lintas akibat aksi massa di kawasan pusat pemerintahan dan ikonik Jakarta, Polda Metro Jaya menerapkan rekayasa arus secara situasional pada Rabu, 28 Oktober 2026. Langkah preventif ini diumumkan melalui akun media sosial resmi TMC Polda Metro, menyusul rencana turunnya massa dari elemen mahasiswa dan sipil ke jalanan. Pengumuman tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat untuk menghindari sejumlah titik krusial guna memastikan kelancaran mobilitas di ibu kota.

Rencana Aksi dan Tuntutan Utama

Berdasarkan informasi yang terverifikasi, aksi kali ini bertagarkan #INDONESIASADAR yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Acara dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul utama di Bundaran HI. Aksi ini merupakan kelanjutan dari pergerakan massa yang sebelumnya berlangsung pada 20 Oktober 2026. Dalam kronologi yang dipaparkan melalui unggahan resmi @/bemui_official, lima tuntutan utama menjadi sorotan, dengan fokus spesifik pada permintaan deklarasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, proses hukum terhadap korporasi terkait, serta upaya pemulihan ekosistem.

  • Jam operasional rekayasa lalu lintas: Pukul 10.00 WIB hingga selesai.
  • Titik kumpul aksi BEM UI: Bundaran HI, mulai pukul 14.00 WIB.
  • Tuntutan kunci: Deklarasi karhutla sebagai bencana nasional dan penindakan korporasi.

Titik Kerawanan Arus Kendaraan

Polda Metro mengidentifikasi sejumlah ruas jalan yang berpotensi menjadi pusat kepadatan massa dan arus lalu lintas yang tersendat. Area yang difokuskan meliputi komplek DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto (sekitar komplek DPR/MPR), Jalan MH Thamrin (khususnya segmen Jalan Galunggung hingga Imam Bonjol), serta kawasan sekitar Monas, Tugu Tani, dan Jalan Jenderal Sudirman. Petugas di lapangan akan melakukan penyesuaian arus secara situasional berdasarkan intensitas kerumunan yang terjadi. Masyarakat diminta secara tegas untuk merencanakan rute alternatif, mengatur jadwal perjalanan agar tidak bertabrakan dengan puncak aksi, dan mematuhi instruksi dari personel keamanan serta lalu lintas yang berjaga di lokasi-lokasi strategis tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸