DPR RI Tembuskan Persatuan ke Regulasi: Tiga UU Disahkan, Empat RUU Siap Diproses
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dalam peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/10), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa persatuan nasional harus diwujudkan melalui kerja parlemen yang konkret, bukan sekadar slogan. Ia didampingi Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal saat menyampaikan pesan tersebut, menekankan bahwa semangat kaum muda 1928 untuk mengesampingkan kepentingan kelompok demi cita-cita bangsa tetap relevan di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada ekonomi keluarga Indonesia.
Dasco menyatakan bahwa persatuan harus menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil. Ia juga merespons isu kabut asap lintas batas dengan mendorong kerja sama parlemen-parlemen ASEAN secara berkelanjutan, bukan hanya saat krisis. Di dalam negeri, ia mengimbau partai dan fraksi untuk bersatu dalam membenahi tata kelola negara.
Pencapaian Legislasi dan Agenda Masa Persidangan
Sebagai bentuk nyata komitmen persatuan melalui kebijakan, DPR RI bersama pemerintah telah menyetujui tiga undang-undang pada Masa Persidangan I, mencakup Pengaturan Reforma Agraria, Pelindungan Ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia. Menyusul keberhasilan tersebut, empat rancangan undang-undang akan dibahas pada Masa Persidangan II, meliputi Keamanan dan Ketahanan Siber, Masyarakat Adat, Administrasi Kependudukan, serta Perampasan Aset.
- Tiga UU disahkan: Pengaturan Reforma Agraria, Pelindungan Ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia.
- Empat RUU dalam agenda: Keamanan dan Ketahanan Siber, Masyarakat Adat, Administrasi Kependudukan, dan Perampasan Aset.
- Prinsip hukum: Dasco menekankan pentingnya due process of law dalam RUU Perampasan Aset agar ketegasan regulasi tidak berujung pada kesewenang-wenangan.
- Integrasi data: Keempat RUU akan diintegrasikan ke dalam kerangka Satu Data Indonesia, disorot dengan slogan "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia".
Menutup pidatonya, Dasco berpesan kepada generasi muda untuk menjaga watak bangsa dengan sikap berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, dan bersatu tanpa kehilangan nalar kritis. Ia mengaskan bahwa pemuda merupakan urat nadi Indonesia, dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.
BERITA TERKAIT (Politik)

MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Elite Politik Tuntut Penegasan Status Wapres

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
