UEA Siapkan 30 Juta Barel Minyak untuk RI Tanpa Biaya dan Working Capital

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan akan mengirimkan 30 juta barel minyak mentah ke Indonesia dengan skema tanpa biaya, tanpa working capital, serta gratis penggunaan kapal. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerima Duta Besar Abu Dhabi dan Presiden Direktur Mubadala di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026). Langkah ini menjadi penyangga penting bagi pasokan energi nasional di tengah tekanan geopolitik.
Detail Kesepakatan dan Konteks Kebutuhan Energi
Kabar tersebut diungkap Djoko dalam pidato acara FEED proyek LNG Abadi Inpex Masela Ltd, di mana ia menjelaskan bahwa pemerintah UEA segera mengirimkan 30 juta barel minyak ke Indonesia. Berdasarkan data SKK Migas, kebutuhan minyak mentah Indonesia saat ini mencapai sekitar 1 juta barel per hari (bph), sementara produksi dalam negeri masih di bawah 600.000 bph sehingga menyisakan kebutuhan impor sekitar 500.000 bph.
- Penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026 mengurangi pasokan minyak mentah RI dari kawasan Timur Tengah sebesar 20%-25%.
- Pemerintah telah mengalihkan sebagian impor dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Angola, Afrika, dan Amerika Latin.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional tetap aman dan harga Pertalite (RON 90) tidak akan naik.
- Rencana kunjungan kerja ke China dan India dijadwalkan untuk mengamankan kepastian pasokan BBM jangka panjang.
Sebagai respons terhadap dinamika pasar global, pemerintah juga mengarahkan langkah diplomatik untuk mengamankan kontrak jangka panjang guna menjamin ketersediaan energi, termasuk LPG. Meskipun detail jadwal pengiriman dan skema pembayaran dari UEA belum dijelaskan secara rinci, inisiatif ini diharapkan dapat meredam potensi gejolak harga dan kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KKP Targetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dan 4.582 Kapal untuk Dongkrak Kesejahteraan hingga 2029

Sinar Mas dan Salim Group Buka Suara: Boss Sawit Diklarifikasi di Singapura terkait Karhutla

Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Digital
