Pertamina Arahkan 75% Modal untuk Hulu Migas, Sasar Blok Rokan dan Padang Pancuran
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertamina menetapkan komitmen strategis besar dengan menyalurkan 75% dari total belanja modal (capex) perusahaan ke sektor hulu minyak dan gas bumi. Keputusan ini diambil untuk mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada 2030, sekaligus menahan penurunan produksi alami eksisting.
Fokus Pengembangan di Sumatra dan Timur
Di wilayah Sumatra, investasi diarahkan untuk membangun ekosistem migas non-konvensional di Blok Rokan, yang memiliki potensi cadangan lebih dari 11 miliar barel. Proyek ini bergantung pada dukungan sekitar 50 vendor untuk menekan biaya produksi per sumur. Selain itu, pengembangan dipercepat di temuan besar Padang Pancuran di Wilayah Kerja Jambi Merang, yang diperkirakan mengandung potensi minyak lebih dari 1 miliar barel. Di Indonesia Timur, kegiatan difokuskan pada eksplorasi lapangan gas di Region 4, di mana sektor gas memiliki porsi yang lebih dominan dibandingkan minyak.
Capaian Kinerja Tahun Buku 2025
Strategi ini didukung oleh kinerja keuangan tahun buku 2025, di mana Pertamina mencatat produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau Rp 55,20 triliun, dengan total pendapatan US$ 70,89 miliar atau Rp 1.167,99 triliun. Dari sisi operasional, kilang Pertamina mengolah volume intake mencapai 333 juta barel dengan rasio produk bernilai tinggi (Yield Valuable Product) sebesar 83,7%. Selain itu, investasi domestik direalisasikan sebesar US$ 5,9 miliar atau Rp 97,20 triliun, dan perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e untuk mendukung target emisi nol bersih nasional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BKN Pindahkan 101 Pegawai agar Dekat dengan Keluarga, 63 Instansi Ikut

Luruskan Fakta: Rp1 Miliar Insentif Daerah Bukan Sekadar Apresiasi MBG, Ini Kriterianya

Batu Bara Menguat, CPO Bergerak Volatil di Tengah Dukungan Permintaan Ekspor
