Batu Bara Menguat, CPO Bergerak Volatil di Tengah Dukungan Permintaan Ekspor
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Harga komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bergerak berbeda pada akhir pekan. Batu bara masih mencatat penguatan secara harian, sedangkan CPO tetap berfluktuasi meski mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak nabati dan permintaan ekspor.
Batu bara masih mencatat penguatan
Pergerakan batu bara menjadi salah satu perhatian di pasar komoditas karena harganya masih berada dalam tren penguatan harian. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya dorongan positif terhadap komoditas energi itu pada perdagangan akhir pekan.
Namun, bahan sumber tidak merinci besaran kenaikan harga batu bara, faktor spesifik yang mendorong penguatan, maupun perkembangan permintaan dari pasar utama. Karena itu, arah pergerakan selanjutnya masih perlu dicermati berdasarkan data perdagangan dan kondisi pasar energi global.
CPO ditopang minyak nabati dan ekspor
Di sisi lain, harga CPO disebut masih volatil. Fluktuasi tersebut berlangsung ketika harga minyak nabati mengalami kenaikan dan permintaan ekspor memberikan dukungan terhadap pasar kelapa sawit.
Perbedaan pergerakan antara batu bara dan CPO mencerminkan dinamika masing-masing pasar komoditas. Perkembangan harga minyak nabati serta realisasi permintaan ekspor akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan CPO berikutnya. Informasi ini disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Senin, 2 November 2026.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

NTP Oktober 2026 Melonjak 6,88%, Cabai dan Tomat Jadi Penopang Utama

Pemerintah Duga Praktik 'Mafia' di Balik Skandal Gizi 25 Merek Beras Fortifikasi

Inflasi Oktober Tembus 3,23%, Sentuh Batas Atas Target BI dan Pemerintah
