Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

BGN Koreksi Data Keracunan MBG Bogor: 13 Siswa Masih Diobservasi, Bukan 400

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BGN Koreksi Data Keracunan MBG Bogor: 13 Siswa Masih Diobservasi, Bukan 400
BAGIKAN:

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan jumlah siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, yang masih menjalani observasi medis pascadugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya tersisa 13 orang hingga Selasa (27/10) sore. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan laporan awal yang menyebutkan ratusan siswa terdampak dari total lebih dari 2 ribu penerima manfaat di dua sekolah setempat.

Kronologi Keluhan dan Asal Mula Angka Ratusan

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan bahwa para siswa menyantap menu MBG pada Senin (26/10) siang, bukan hari Selasa. Keluhan berupa diare baru muncul pada Selasa dini hari. Berdasarkan data tim lapangan yang terdiri dari BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan tim asistensi, angka besar yang sempat beredar berawal dari pendataan internal pihak sekolah pada Selasa pagi.

Saat itu, guru mengumpulkan seluruh siswa yang mengonsumsi MBG sehari sebelumnya untuk menanyakan kondisi perut mereka. Sebanyak 400 siswa menyatakan merasakan sakit perut sehingga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Menurut Tysa, respons massal tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor psikosomatis akibat pertanyaan langsung yang diajukan kepada para pelajar.

  • Dari 400 siswa yang dibawa ke fasilitas kesehatan, 40 orang memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari.
  • Hingga Selasa sore, jumlah pasien yang masih dipantau menyusut menjadi 13 orang.
  • Total penerima MBG di wilayah Dramaga, Bogor, mencapai lebih dari 2 ribu siswa dari dua sekolah.

Dugaan Pemicu dan Tanggung Jawab Penanganan Medis

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, bumbu kacang pada menu sate diduga menjadi pemicu insiden gangguan kesehatan tersebut. Sebagai langkah tegas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan menu MBG telah dijatuhi sanksi suspensi. Tysa menegaskan bahwa koreksi data ini tidak bertujuan mengecilkan dampak kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Di sisi lain, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengonfirmasi bahwa kondisi sebagian besar siswa yang diduga keracunan terus membaik dan stabil sehingga sudah mulai dipulangkan. Penanganan medis mayoritas dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok, sementara sejumlah siswa sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit.

Rudy menjamin seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Cakupan pembiayaan tersebut berlaku baik untuk perawatan di rumah sakit pemerintah, puskesmas, maupun fasilitas swasta yang menjadi tempat rujukan dari Puskesmas Cangkurawok.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ