Transformasi Bisnis Kimia Farma Tekan Rugi Bersih Jadi Rp13 Miliar

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berhasil menekan rugi bersih hingga 94,49 persen menjadi Rp13 miliar pada kuartal III 2026. Perbaikan tersebut ditopang peningkatan laba usaha, pertumbuhan EBITDA, serta langkah efisiensi yang menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan.
Kinerja operasional mulai menguat
Kimia Farma mencatatkan penjualan sebesar Rp7 triliun hingga kuartal III 2026. Pada periode yang sama, laba usaha perseroan mencapai Rp227 miliar, tumbuh 129,31 persen secara tahunan dibandingkan Rp99 miliar pada kuartal III 2025.
EBITDA juga meningkat 32,04 persen secara tahunan menjadi Rp503 miliar dari sebelumnya Rp381 miliar. Sementara itu, rugi bersih turun jauh dari Rp234 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan menyebut penurunan kerugian ini menunjukkan perbaikan fundamental operasional dan efektivitas program efisiensi yang dijalankan.
Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, kinerja hingga kuartal III 2026 mencerminkan proses pemulihan bisnis yang terus bergerak ke arah positif. Perseroan akan menjaga momentum tersebut dengan memperkuat fundamental usaha dan memastikan program transformasi mendukung keberlanjutan perusahaan.
Fokus pembenahan pada kuartal IV
Memasuki kuartal IV 2026, Kimia Farma memprioritaskan pembenahan tata kelola dan penguatan bisnis. Langkah ini mencakup peningkatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta penguatan akuntabilitas.
Di sisi bisnis dan keuangan, perseroan melanjutkan pengelolaan modal kerja dan likuiditas, pengendalian biaya, peningkatan produktivitas aset, serta optimalisasi portofolio produk. Kimia Farma juga berupaya menyelesaikan tantangan historis secara hati-hati dan terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, kepentingan pemegang saham, dan keberlanjutan operasional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

NTP Oktober 2026 Melonjak 6,88%, Cabai dan Tomat Jadi Penopang Utama

Pemerintah Duga Praktik 'Mafia' di Balik Skandal Gizi 25 Merek Beras Fortifikasi

Inflasi Oktober Tembus 3,23%, Sentuh Batas Atas Target BI dan Pemerintah
