BGN Duga Bumbu Kacang Sate MBG Picu Keracunan 13 Siswa di Bogor
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengidentifikasi dugaan sementara penyebab insiden keracunan massal yang menimpa siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, yakni bumbu kacang pada menu sate dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa jumlah korban yang masih menjalani observasi medis adalah 13 orang, bukan ratusan seperti yang sempat beredar di media massa.
Klarifikasi Data dan Kronologi Peristiwa
Tysa meluruskan informasi keliru yang menyebutkan 481 atau 400 siswa menjadi korban. Ia menjelaskan bahwa angka 400 tersebut berasal dari jumlah siswa yang diinterogasi oleh guru pada Selasa pagi mengenai keluhan sakit perut setelah menyantap MBG pada Senin (26/10) siang. Dari total 2 ribu lebih penerima manfaat di dua sekolah di Dramaga, hanya 40 orang yang memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari, dan tersisa 13 orang yang masih dipantau hingga sore hari.
- Dugaan Penyebab: Bumbu kacang pada menu sate MBG yang tidak diproses dari awal oleh dapur penyedia.
- Kronologi: Siswa menyantap makanan pada Senin (26/10) siang; keluhan diare muncul pada Selasa dini hari.
- Status Korban: 13 siswa masih dalam observasi; sebagian besar kondisi membaik dan dipulangkan.
Investigasi Dapur dan Tanggung Jawab Pemerintah
Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG penyedia menu tersebut menggunakan bumbu kacang yang sudah dalam kondisi digiling, bukan diproses dari bahan mentah. Saat ini, sampel makanan masih terus diuji untuk memastikan penyebab pasti, sementara SPPG terkait telah dikenakan sanksi suspensi oleh BGN. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan bahwa seluruh pembiayaan pengobatan siswa, baik di Puskesmas Cangkurawok maupun rumah sakit rujukan, ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Batu Bara Menguat, CPO Bergerak Volatil di Tengah Dukungan Permintaan Ekspor

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Saham BREN hingga DSSA Dibatasi Bobotnya

Finalis MediaMIND Ungkap Potensi Hilirisasi Timah dan Praktik Tambang Bertanggung Jawab di Kundur
