Jakut Kaitkan Pembangunan dengan Penguatan SDM dan Spiritual, 43 Kader Pelakuka Dakwah Dilantik

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan menegaskan bahwa kemajuan infrastruktur di wilayah setempat tidak akan berdampak optimal tanpa diiringi oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembinaan spiritual. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda pelantikan kader Tamhidul Muballighah Angkatan ke-8 serta dai cilik di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja. Fredy menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Instruksi Strategis untuk Kader dan Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Fredy menyampaikan tiga pesan kunci kepada para peserta. Ia mengimbau agar dakwah Islam disampaikan dengan pendekatan yang sejuk dan santun guna mempererat persatuan masyarakat. Selain itu, kader muballigh diharapkan mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan sosial. Khusus untuk dai cilik, Fredy mendorong pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas sehari-hari, seperti kejujuran, menjaga kebersihan, serta semangat gotong royong.
- Pembangunan wilayah Jakut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM dan pembinaan spiritual.
- 43 peserta pelatihan Tamhidul Muballighah Angkatan ke-8 resmi dilantik.
- Program ini merupakan hasil kolaborasi Majelis Taklim Al-Aβla di Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing dengan dukungan PPIJ.
Kolaborasi Yayasan dan Fokus Pembekalan Retorika
Ketua Yayasan Mutiara Al-Aβla, Ummul Barqi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan buah kerja sama antara Majelis Taklim Al-Aβla di tiga kecamatan yakni Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing, dengan dukungan Pengurus Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ). Acara pelantikan ini juga dirangkaikan dengan Tabligh Akbar bertema "Mendidik dengan Cinta, Mengasuh dengan Ilmu, dan Menginspirasi dengan Keteladanan". Barqi mengungkapkan bahwa program pelatihan membekali para kader dengan keterampilan berbicara di depan umum, retorika persuasif, serta pemahaman psikologi jemaah untuk menyampaikan pesan keagamaan secara efektif. Menurutnya, pendakwah harus meneladani Rasulullah dengan mengedepankan kasih sayang, dengan tujuan melahirkan generasi yang menjadi teladan akhlak mulia di lingkungannya.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pramono Anung Pastikan DKI Ikuti Keputusan Pusat Soal Konser Andrea Bocelli 2026

Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Screen Time Anak
