Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Jakarta Selatan Sasar Target Stunting 11,2 Persen, Jagakarsa Jadi Fokus Utama Intervensi

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Jakarta Selatan Sasar Target Stunting 11,2 Persen, Jagakarsa Jadi Fokus Utama Intervensi
BAGIKAN:

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggarisbawahi komitmen percepatan penurunan stunting dengan menetapkan target prevalensi dari kisaran 14 persen menjadi 11,2 persen pada akhir 2030. Langkah strategis ini diambil setelah data menunjukkan tren penurunan positif sepanjang tahun 2023 hingga 2024, yang dinilai sebagai fondasi untuk pencapaian tujuan jangka panjang tersebut.

Strategi Intervensi Holistik dan Kolaborasi Lintas Sektoral

Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menegaskan bahwa koordinasi antarperangkat daerah menjadi kunci utama. Selain penguatan koordinasi, efektivitas program ditingkatkan melalui intervensi langsung, evaluasi berkala, serta peningkatan edukasi gizi dan pola asuh keluarga. Rizky menyatakan harapan agar kerja sama lintas instansi ini mampu mewujudkan wilayah bebas stunting sesuai target yang telah disepakati.

  • Target prevalensi stunting turun dari sekitar 14 persen menjadi 11,2 persen di akhir 2030.
  • Tren stunting di Jakarta Selatan menunjukkan penurunan berdasarkan data tahun 2023 dan 2024.
  • Kecamatan Jagakarsa identifikasi sebagai wilayah dengan kasus stunting paling luas dan terpadat.
  • Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat didorong untuk menyampaikan pesan edukasi sesuai konteks sosial.

Kritikan Pola Asuh dan Tekanan pada Wilayah Jagakarsa

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanudin Ibrahim, mengidentifikasi bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan terpadu karena faktor penyebabnya tidak semata-mata berasal dari kondisi ekonomi. Hasil pemetaan menunjukkan adanya pola kepercayaan tinggi keluarga terhadap pihak pengasuh yang turut memicu kasus stunting. Oleh karena itu, edukasi perlu disampaikan dengan pendekatan yang selaras dengan kondisi sosial setempat, melibatkan tokoh agama dan masyarakat secara aktif hingga level pengurus lingkungan.

Firmanudin secara spesifik menyebut Kecamatan Jagakarsa sebagai prioritas intervensi karena memiliki angka kasus stunting tertinggi dan paling padat di wilayah Jakarta Selatan. Keterlibatan aktif secara berjenjang dianggap esensial untuk mengatasi kompleksitas masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ