Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ekuador Tangkap Mantan Capres Kedua; Dugaan Salah Gunakan Dana Kampanye Rp 9 Miliar

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia & CNN Internasional
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ekuador Tangkap Mantan Capres Kedua; Dugaan Salah Gunakan Dana Kampanye Rp 9 Miliar
BAGIKAN:

Dinamika politik Ekuador bergetar setelah otoritas berwenang menahan Luisa Gonzalez, politisi sayap kiri yang secara historis menempati peringkat kedua dalam dua pemilihan umum terakhir, tepat di bawah Presiden Daniel Noboa. Penangkapan tersebut, yang dikonfirmasi oleh Ketua Partai Revolusi Warga Gabriela Rivadeneira pada Senin (26/10/2026), berakar dari investigasi Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan politik dan kampanye untuk pemilihan tahun 2023.

Gonzalez menghadapi penyelidikan atas dugaan penggunaan jaringan entitas hukum untuk menyalurkan dana sekitar US$ 500.000 (sekitar Rp 9 miliar). Otoritas mengidentifikasi dana ini digunakan untuk mengontrak dan membeli iklan kampanye pemilu antara Mei hingga Agustus 2023. Sesuai keterangan resmi kejaksaan, transaksi tersebut diduga dilakukan tanpa pengungkapan sumber dana maupun identitas para pemberi kontribusi secara transparan.

Respon Partai dan Tuduhan Motivasi Politik

Ketua Partai Revolusi Warga Gabriela Rivadeneira, yang menegaskan bahwa penangkapan ini bermotif politik, mendesak pemerintah untuk segera membebaskan Gonzalez. Ia mengecam proses yang menurut partainya merupakan bentuk persekusi terhadap oposisi. Dalam unggahan di platform X, Gonzalez sendiri merespons tindakan hukum ini dengan menyebut tuduhan tersebut "tidak masuk akal" serta menyerukan seluruh anggota partainya untuk bersatu dalam memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di Ekuador.

  • Dana US$ 500.000 (sekitar Rp 9 miliar) diduga disalurkan melalui entitas legal untuk iklan kampanye 2023.
  • Partai Gonzalez klaim penangkapan bermotif politik dan menuntut pembebasan segera.
  • Kejaksaan menyasar klirifikasi sumber pendanaan kampanye Mei-Agustus 2023 tanpa keterlacakan pengirim dana.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸