Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dua Anak Menhaj Mundur sebagai Tenaga Ahli Setelah Polemik Nepotisme

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Dua Anak Menhaj Mundur sebagai Tenaga Ahli Setelah Polemik Nepotisme
BAGIKAN:

Dua putra Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, mengundurkan diri dari posisi tenaga ahli setelah pengangkatan mereka menuai sorotan publik dan dikaitkan dengan dugaan nepotisme.

Pengunduran diri telah diterima kementerian

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi bahwa pimpinan kementerian menerima surat pengunduran diri keduanya pada Senin (26/10) di Jakarta Pusat. Keputusan tersebut, menurut Dahnil, ditempuh untuk menjaga integritas lembaga sekaligus meredam kegaduhan yang berkembang.

  • Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz resmi melepas jabatan tenaga ahli.
  • Pengangkatan keduanya sebelumnya dikritik karena hubungan keluarga dengan Menteri Haji dan Umrah.
  • Kementerian menyatakan komitmen untuk terbebas dari praktik yang tidak beretika, manipulatif, dan koruptif.
  • Posisi yang kosong akan diisi personel baru sesuai kebijakan dan arahan Menteri Haji dan Umrah.

Berawal dari pembentukan BP Haji

Dahnil menjelaskan, keterlibatan kedua putra Menhaj bermula saat Badan Penyelenggara Haji dibentuk pada akhir Oktober 2024. Pada masa awal itu, lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf administrasi. Menurut dia, BP Haji ketika itu hanya dijalankan oleh Menteri Haji dan Umrah serta dirinya.

Dalam kondisi tersebut, kedua anak Menhaj bersama sejumlah santri disebut membantu proses awal pembentukan lembaga secara sukarela dan tanpa menerima gaji. Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menerangkan bahwa bantuan itu berlangsung selama tiga hingga empat bulan. Setelah kelembagaan berkembang menjadi kementerian, sebagian dari mereka yang dinilai memiliki integritas dan kompetensi kemudian diangkat sebagai tenaga ahli.

Namun, setelah polemik mencuat dalam beberapa hari terakhir, Barbarossa dan Gibran memutuskan mengakhiri masa tugasnya. Kementerian Haji dan Umrah selanjutnya akan menunjuk personel baru untuk mengisi posisi tersebut.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ