Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

BI Desak RI Bangun Ulang Sektor Industri dan Perdalam Hilirisasi Hadapi Era AI

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BI Desak RI Bangun Ulang Sektor Industri dan Perdalam Hilirisasi Hadapi Era AI
BAGIKAN:

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendesak pemerintah segera membangun kembali fondasi industri nasional sekaligus memperdalam rantai hilirisasi. Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia mampu bertahan di tengah pergeseran pola perdagangan global yang kini dipicu oleh ketegangan geopolitik serta pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI).

Desakan tersebut disampaikan Destry saat memaparkan materi bertajuk The Emerging Giant: Indonesia's Next Decade in Asia's Growth Story pada ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan bahwa populasi besar dan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia merupakan modal fundamental untuk menjadi kekuatan ekonomi utama di Asia, asalkan dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas dan perencanaan strategis jangka panjang.

Kerentanan Rantai Nilai Domestik

Destry menyoroti kelemahan mendasar pada struktur pengolahan SDA Indonesia saat ini. Menurutnya, indeks kompleksitas ekonomi nasional masih berada pada level yang sangat rendah karena proses pengolahan bahan baku kerap terhenti di tahap pertengahan sebelum akhirnya diekspor. Kondisi ini membuat peluang penciptaan nilai tambah melalui pengembangan industri turunan belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Pembangunan industri nasional sempat dimulai pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, namun kemudian meredup dan kembali bergantung pada ekspor komoditas mentah.
  • Indeks kompleksitas ekonomi Indonesia dinilai sangat rendah karena produk setengah jadi langsung dikirim ke pasar luar negeri.
  • Penguatan manufaktur wajib ditopang oleh pemanfaatan teknologi, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta pencapaian skala ekonomi.

Oleh karena itu, BI mendorong agar rantai pasok domestik diperpanjang secara menyeluruh. Pengolahan harus dilakukan dari hulu hingga menghasilkan produk akhir bernilai jual tinggi, sehingga basis manufaktur dalam negeri memiliki daya saing yang lebih tangguh dibandingkan sekadar mengandalkan penjualan komoditas dasar.

Danantara Diharapkan Jadi Lokomotif Investasi Produktif

Untuk merealisasikan penguatan industri dalam satu dekade mendatang, Destry menekankan urgensi penarikan investasi produktif yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik proyek. Penanaman modal tersebut harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, mendongkrak produktivitas, dan menyerap tenaga kerja baru. Dalam skema ini, lembaga pengelola investasi Danantara diharapkan mengambil peran sentral sebagai penggerak utama pertumbuhan.

Ia menyatakan harapan agar Danantara dapat membuka jalan bagi proyek-proyek strategis sekaligus memberikan kepercayaan kepada sektor swasta untuk ikut menanamkan modal secara kolaboratif. Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga menjadi syarat mutlak agar kebijakan pembangunan dan arus investasi berjalan selaras, bukan bergerak secara terpisah-pisah tanpa arah jangka menengah maupun panjang yang jelas.

Sementara itu, terkait peran institusionalnya, Destry memastikan bahwa BI akan terus menjalankan mandat utamanya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, kelancaran sistem pembayaran, serta ketahanan sistem keuangan. Stabilitas makroekonomi tersebut diyakini akan menciptakan iklim usaha yang kondusif guna membuka ruang bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ