Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China: 16 Orang Tewas dan 32 Luka-luka
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang wilayah barat daya Tibet, China, pada Kamis sekitar pukul 22:33 waktu setempat. Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip CNBC Indonesia pada Jumat (23/10/2026), getaran tersebut menewaskan 16 orang dan melukai 32 lainnya.
Menurut data Pusat Jaringan Gempa China (CENC), pusat gempa berada di daerah dataran tinggi Nagqu, Tibet utara, pada kedalaman 10 km. Lokasi ini berjarak sekitar 400 km dari ibu kota Tibet, Lhasa. CENC mencatat ketinggian rata-rata dalam radius 5 km dari pusat gempa mencapai sekitar 4.864 meter, menjadikannya kawasan yang jarang penduduknya.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa hingga pukul 02:25 Jumat, 11 dari total korban luka berada dalam kondisi serius, sementara 21 lainnya mengalami luka ringan. Penyiar pemerintah setempat menyebutkan tim penyelamat telah menemukan setidaknya dua orang terluka di sebuah desa dekat pusat gempa, dengan beberapa rumah di desa-desa sekitarnya menunjukkan retakan akibat getaran.
Video yang dirilis media lokal resmi memperlihatkan warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di luar atau berlindung di dalam mobil yang terparkir di jalan. Seorang warga dilaporkan terbangun oleh guncangan kuat dan mendengar suara derit pada struktur rumahnya. CENC menyatakan gempa tersebut terasa jelas di daerah setempat.
Pasca-guncangan utama, sejumlah gempa susulan dengan magnitudo sekitar 3 dan 4 tercatat di wilayah sekitar. Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat telah dimobilisasi menuju lokasi terdampak untuk menangani situasi darurat.
Berdasarkan catatan yang ada, gempa ini merupakan yang terkuat melanda China sejak Januari 2024. Sebagai perbandingan historis, pada tahun 2010 gempa bermagnitudo 7,1 pernah mengguncang Yushu di provinsi Qinghai yang berdekatan dengan Tibet, menewaskan sedikitnya 2.698 orang dan menyebabkan hampir 300 orang hilang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Uji Produksi Minyak Prabumulih Melebihi Target 192%

BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Turun Jadi 3,23%, Harga Bensin dan Emas jadi Pemicu

Lonjakan Harga Pangan Awal November: Bawang Merah Melonjak 89,7%
