Uji Produksi Minyak Prabumulih Melebihi Target 192%
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pengeboran minyak di wilayah Prabumulih, Sumatera Selatan, mencatatkan hasil uji produksi yang melampaui ekspektasi signifikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa PT Pertamina EP Asset 2 berhasil memproduksi 288 Barel Oil per Day (BOPD) pada 30 September 2026. Angka ini merepresentasikan peningkatan 192% dari target inisial produksi yang ditetapkan sebesar 150 BOPD.
Proses tajak di lokasi pengeboran BNG-A12, yang kemudian menjadi sumur pengembangan BNG-089, telah dilakukan sejak 15 September 2026. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa aliran produksi tersebut terjadi secara alami dengan bantuan pompa listrik artificial lift (ESP) yang berasal dari lapisan TAF Layer N2b. Keberhasilan ini ditopang oleh komitmen tinggi terhadap aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan kerja (HSSE) serta Operational Excellence.
Lokasi strategis pengeboran ini berada di Struktur Benuang, step out block-H, Field Adera, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih. Selama total 44 hari, proses fase pengeboran dan uji produksi berjalan efisien menggunakan Rig PDSI 42.3 / N1500E secara vertikal. Kedalaman akhir pengeboran mencapai 2.549 mMD atau 2.548,8 mTVD, melebihi target waktu program sebesar 43 hari.
Menurut laporan yang diterima pada Senin (2/11/2026), operasi di Sumur BNG-089 membukukan total 59.832 safe man hours sejak awal tajak. Pencapaian ini menegaskan kesiapan infrastruktur dan operasional di wilayah hulu migas Sumatera Selatan untuk mendukung penyediaan energi nasional secara aman dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

JB Syariah Klarifikasi Dugaan Hilangnya 2,2 Kg Emas Nasabah: Tak Ada Fasilitas Deposito, Sempat Gadai Lunas Sejak 2013

Direktur Utama Blue Bird Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Hampir Rp1 Miliar untuk Perkuat Pengendalian

Emtek Resmikan Penjualan Saham Indopay Merchant Services, Fokus Optimalisasi Portofolio Investasi
