BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Turun Jadi 3,23%, Harga Bensin dan Emas jadi Pemicu
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) merekam pelandekan tekanan inflasi nasional pada Oktober 2026, di mana tingkat inflasi secara tahunan turun menjadi 3,23%, lebih rendah dibandingkan capaian September 2026 yang mencapai 3,28%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa meskipun tren inflasi umum melandai, terdapat tiga kelompok pengeluaran utama yang justru mengalami kenaikan harga dan menjadi kontributor signifikan terhadap angka inflasi bulan tersebut.
Kelompok yang memberikan andil inflasi tertinggi pada periode ini adalah sektor transportasi dengan kenaikan 4,87% secara tahunan. Kenaikan ini terutama didorong oleh melonjaknya harga bahan bakar, termasuk bensin, oli mesin, serta biaya perawatan dan servis kendaraan bermotor. Ateng mengungkapkan bahwa komponen seperti pelumas, tarif angkutan udara, dan pemeliharaan mobil turut menyumbang lonjakan harga di sektor ini, dengan total andil 0,59% terhadap inflasi nasional.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatatkan inflasi tinggi sebesar 4,82% secara tahunan. Komoditas yang paling besar memberi andil dalam kelompok ini meliputi cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, rokok kretek mesin, dan daging sapi. Adapun kelompok ketiga dengan inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencapai 4,52% secara tahunan, didorong terutama oleh kenaikan harga emas perhiasan.
Secara keseluruhan, sektor pendidikan mencatat inflasi 1,35%, kesehatan 2,31%, serta penyediaan makanan dan minuman di restoran 2,83% dengan andil masing-masing 0,08%, 0,07%, dan 0,28% terhadap total inflasi. Data ini dirilis oleh BPS melalui konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Senin (2/11/2026).
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Bandingkan Laba Kuartal III-2026, Alfamart Unggul 3,7 Kali Lipat dari Indomaret

Wamenlu AS Jacob Helberg Dorong Investasi Energi dan Teknologi RI Senilai US$2 Miliar

Wamenlu AS Diskusikan Deal Energi & Teknologi US$2 Miliar dengan Danantara di Jakarta
