Apkasindo Sebut Karhutla 2026 Rugikan Petani Sawit hingga Rp300 Juta per Hektare
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada tahun 2026 berdampak signifikan pada sektor perkebunan, khususnya bagi petani kelapa sawit. Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, mengungkapkan bahwa kebakaran secara menyeluruh dapat menyebabkan kerugian finansial yang berat bagi petani hingga pihak korporasi, dengan estimasi kerugian mencapai Rp150 juta hingga Rp300 juta per hektare.
Dampak Karhutla tidak hanya terbatas pada kerugian aset kebun, tetapi juga meluas ke aspek kesehatan dan logistik. Gulat menjelaskan bahwa peristiwa ini memicu risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta menimbulkan efek tidak langsung akibat musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan sungai mengering sehingga distribusi tandan sawit dari kebun menjadi terhambat, yang pada akhirnya memperburuk kerugian ekonomi petani.
Menanggapi isu ini, Apkasindo mendesak masyarakat untuk tidak menyudutkan petani sebagai penyebab utama Karhutla. Organisasi ini mendorong adanya kolaborasi dan kerja sama antara semua pihak untuk mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan secara efektif, guna memitigasi kerugian ekonomi dan dampak lingkungan yang lebih luas di masa mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Bandingkan Laba Kuartal III-2026, Alfamart Unggul 3,7 Kali Lipat dari Indomaret

Wamenlu AS Jacob Helberg Dorong Investasi Energi dan Teknologi RI Senilai US$2 Miliar

Wamenlu AS Diskusikan Deal Energi & Teknologi US$2 Miliar dengan Danantara di Jakarta
