Peringatan Hari Santri 2026, Pemerintah Janjikan Penguatan Kualitas dan Kelembagaan Pesantren
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, kiai, nyai, dan keluarga besar pesantren di Indonesia pada Kamis (22/10). Ucapan tersebut mewakili Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perhatian besar terhadap peran pondok pesantren dalam perjalanan bangsa.
Menurut keterangan tertulis Prasetyo, pemerintah memandang pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama. Lembaga ini dinilai memiliki fungsi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Sebagai bentuk pengakuan atas peran tersebut, pemerintah menyatakan akan terus memberikan dukungan agar pesantren dapat berkembang dari sisi kualitas pendidikan, pembinaan santri, maupun penguatan kelembagaan. Prasetyo menegaskan bahwa upaya perbaikan ini menjadi perhatian bersama untuk memastikan para santri memiliki kesempatan belajar dan berkarya yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai keagamaan dan tradisi keilmuan.
Peringatan Hari Santri Nasional sendiri ditetapkan setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad yang diserukan pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari, pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut berisi seruan kewajiban bagi umat Islam untuk melawan tentara sekutu.
Seruan itu kemudian memicu semangat perlawanan rakyat yang berpuncak pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa tersebut kini juga diperingati secara nasional sebagai Hari Pahlawan.


