Gerakan Mahasiswa Serbia Tantang Dominasi Vucic Jelang Pemilu 25 Oktober
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ribuan pendukung gerakan mahasiswa Serbia berbaris menuju Beograd pada Rabu (21/10/2026) malam. Aksi massa ini digelar sebagai unjuk kekuatan menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10), menurut laporan Reuters.
Gerakan tersebut bermula dari tragedi runtuhnya atap stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang. Para demonstran menuntut keadilan bagi korban serta mendesak pemberantasan korupsi yang diduga menyebabkan buruknya kualitas konstruksi stasiun itu.
Dalam kurun dua tahun setelah insiden di Novi Sad, gerakan mahasiswa berkembang menjadi salah satu kekuatan politik utama di negara tersebut. Mobilisasi massa ini sekaligus menjadi tantangan langsung bagi pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic, yang telah mendominasi politik Serbia sejak 2014 baik saat menjabat perdana menteri maupun presiden.
Untuk mengikuti pemilu kali ini, gerakan mahasiswa mengusung daftar kandidat bertajuk "Students Win" yang terdiri dari 250 orang. Menurut Reuters, daftar tersebut mencakup latar belakang beragam, mulai dari profesor universitas, aktor, petani, hingga rapper populer.
Berdasarkan survei yang dirilis New Serbian Political Thought (NSPM) pada 20 Oktober, daftar kandidat mahasiswa memperoleh dukungan 44,5%. Angka tersebut sedikit mengungguli Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan Vucic yang meraih 42,7%. Meski demikian, peluang taruhan politik masih lebih mengunggulkan Vucic menjelang hari pemungutan suara.


