Anggaran Program Satu Orang Satu Rekening Dipangkas Jadi Rp1,28 Triliun
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan penyesuaian anggaran program Satu Orang Satu Rekening menjadi Rp1,28 triliun, turun dari rencana awal sebesar Rp3,84 triliun. Penurunan nilai anggaran ini merupakan hasil dari proses penyisiran dan pencocokan data calon penerima, yang difokuskan pada masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank dan termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.
Target Penerima dan Tujuan Program
Pemerintah menargetkan sekitar 25 juta warga yang belum memiliki rekening bank untuk mengikuti program tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan tingkat inklusi keuangan nasional dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen. Sebelumnya, pada September lalu, Airlangga menyebutkan terdapat sekitar 74 juta warga yang belum memiliki rekening bank, namun angka tersebut mengalami pemadanan data seiring berjalannya proses verifikasi.
Mekanisme Penyaluran Dana
Anggaran untuk program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setiap rekening baru yang dibuka melalui program ini akan mendapatkan dana awal sebesar Rp50 ribu. Pembukaan rekening akan dilakukan melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Pernyataan ini disampaikan Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/10).
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

GOTO Rekor Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, GoPay jadi Penopang Utama

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi
