Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenkop: Manajer Saja Tak Cukup Sukseskan Koperasi Merah Putih

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kemenkop: Manajer Saja Tak Cukup Sukseskan Koperasi Merah Putih
BAGIKAN:

Kementerian Koperasi menegaskan bahwa keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak bisa hanya mengandalkan peran manajer semata. Penekanan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan tata kelola internal agar koperasi dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Menurut pejabat Kemenkop, manajer memang memegang kendali eksekusi harian, namun tanpa dukungan sistem yang kokoh dari anggota dan pengurus, kinerja akan stagnan. Fokus utama kini bergeser pada bagaimana membangun partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam unit usaha tersebut, bukan sekadar menunjuk satu individu untuk memimpin.

Latar belakang kebijakan ini berakar pada evaluasi program sebelumnya yang menunjukkan banyak koperasi gagal berkembang meski memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Hambatan struktural sering kali lebih dominan daripada hambatan teknis manajerial, sehingga pendekatan holistik diperlukan untuk mengatasi masalah klasik kurangnya modal sosial dan kepercayaan antar-anggota.

Pendalaman isu ini mengungkap pentingnya sinergi antara manajemen profesional dengan pengawasan demokratis oleh anggota. Kemenkop mendorong adanya mekanisme transparansi keuangan yang ketat serta pelatihan berkala bagi seluruh lapisan kepengurusan, memastikan bahwa keputusan strategis tidak diambil secara sepihak atau tanpa akuntabilitas publik.

Dampak bagi publik sangat signifikan mengingat KDKMP dirancang menjadi tulang punggung ekonomi desa. Jika model kepemimpinan tunggal terus dipaksakan tanpa perbaikan ekosistem, potensi pemberdayaan masyarakat melalui koperasi akan terkikis, memperlambat laju pertumbuhan ekonomi lokal yang diharapkan dari skema merah putih ini.

Analisis Redaksi

Peringatan Kemenkop ini menyiratkan pengakuan diam-diam bahwa struktur birokrasi koperasi di Indonesia masih rentan terhadap sentralisasi kekuasaan. Ketergantungan berlebihan pada figur manajer sering kali menutupi kelemahan sistem kontrol internal, sebuah pola yang berulang dalam kegagalan koperasi masa lalu. Langkah logis berikutnya adalah memperketat audit independen dan memberdayakan rapat anggota sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi.

Masyarakat perlu waspada terhadap narasi yang menempatkan manajer sebagai penyelamat tunggal. Keberhasilan KDKMP sejatinya bergantung pada konsistensi penerapan prinsip koperasi, yaitu demokrasi ekonomi dan kemandirian. Tanpa perubahan budaya kerja kolektif, intervensi pemerintah berupa penunjukan manajer hanya akan menjadi solusi tambal sulam yang tidak menyentuh akar persoalan rendahnya literasi keuangan dan partisipasi anggota.

Meow! Tanya Nesi!
😸