⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kejar Sisa Rp750 T, DJP Pantau Penerimaan Pajak Mingguan

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kejar Sisa Rp750 T, DJP Pantau Penerimaan Pajak Mingguan
BAGIKAN:

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperketat pengawasan dengan memantau penerimaan pajak setiap pekan demi mengejar sisa target sekitar Rp750 triliun hingga akhir 2026. Langkah agresif ini diambil setelah realisasi kumulatif pertumbuhan sebesar 24,1 persen per 30 September 2026 dinilai belum cukup menutup celah antara pencapaian saat ini dan target ambisius dalam APBN 2026.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa mekanisme rekonsiliasi mingguan melibatkan koordinasi erat antar-direktorat jenderal terkait di lingkungan Kemenkeu. Pemantauan tidak lagi bersifat bulanan atau triwulanan, melainkan mingguan, untuk memastikan keseimbangan antara penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara tetap terjaga sehingga kesehatan fiskal nasional tidak terganggu.

"(Penerimaan pajak) ini setiap minggu akan kita pantau. Setiap minggu kita akan rekonsiliasi," ujar Bimo kepada wartawan di sela acara seminar internasional bertajuk Taxes, Digital Economy, Cryptoassets: Perspective of Shariah, Kamis (15/10). Ia menjelaskan bahwa proses ini mencakup pencocokan data dari tiga pilar utama penerimaan negara: pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta kepabeanan dan cukai.

Koordinasi lintas sektoral menjadi kunci strategi baru ini. Bimo merinci bahwa rekonsiliasi dilakukan bersama Dirjen Perbendaharaan dan Dirjen Anggaran untuk menyelaraskan sisi penerimaan dengan kebutuhan pengeluaran dan penganggaran. "Kami penerimaan, penerimaan kan juga ada penerimaan negara bukan pajak, ada cukai dan kepabeanan. Kita rekonsiliasi antara bertiga... dari perbendaharaan dan juga dari direktur jenderal anggaran," jelasnya, menekankan pentingnya sinergi agar kebijakan fiskal responsif terhadap dinamika ekonomi terkini.

Selain aspek pendapatan, pemerintah juga mempertimbangkan opsi pembiayaan sebagai penyeimbang jika diperlukan. Bimo menyatakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) maupun sukuk bisa menjadi instrumen tambahan untuk menjaga stabilitas APBN. "Dari sisi pembiayaan, dari sisi misalnya kita perlu terbitkan surat utang, atau SBN atau sukuk atau apa pun, itu juga nanti akan jadi keseimbangan untuk mempertahankan APBN yang sehat," tambahnya. Data menunjukkan hingga akhir September, penerimaan pajak tercatat Rp1.607 triliun atau 68,2 persen dari total target Rp2.357 triliun.

Untuk mengisi gap Rp750 triliun tersebut, DJP mengintensifkan penggalian potensi dari sektor-sektor usaha yang mencatatkan pertumbuhan kuat. Fokus pengawasan diarahkan pada perdagangan daring, bahan bakar minyak (BBM), industri logam dasar, minyak sawit mentah (CPO), migas, konsultasi manajemen, transportasi, pergudangan, konstruksi, serta real estat. Optimalisasi data perpajakan dan penegakan hukum menjadi senjata utama untuk memaksimalkan kontribusi sektor-sektor produktif ini terhadap kas negara.

Analisis Redaksi

Pemindahan frekuensi pemantauan dari bulanan ke mingguan menandakan urgensi tinggi dalam menjaga likuiditas negara menjelang tutup buku tahun fiskal. Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan dan defisit penerimaan yang mencapai hampir sepertiga target tahunan, DJP tampaknya sedang mencoba menghindari risiko shortfall yang lebih besar melalui deteksi dini ketidaksesuaian arus kas. Strategi ini secara implisit mengakui bahwa metode konvensional mungkin terlalu lambat merespons volatilitas ekonomi global yang mempengaruhi basis pajak domestik.

Langkah mengaitkan penerimaan pajak langsung dengan keputusan pembiayaan (SBN/Sukuk) dalam satu siklus rekonsiliasi mingguan adalah manuver taktis yang menarik. Ini mengurangi birokrasi pengambilan keputusan; jika penerimaan meleset, pemerintah dapat segera menerbitkan surat utang tanpa menunggu evaluasi kuartalan. Namun, bagi publik dan pelaku pasar, hal ini berarti sinyal kebijakan moneter dan fiskal bisa berubah sangat cepat, menuntut adaptabilitas tinggi dari investor dan wajib pajak dalam mengelola eksposur mereka terhadap fluktuasi nilai tukar dan suku bunga acuan Bank Indonesia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸