Ledakan Gudang Buah di Pasar Cimanggis Tewaskan Dua, Polisi Kunci Gas Etilen
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Keriuhan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, berubah menjadi tragedi setelah ledakan menghantam gudang penyimpanan buah. Dua nyawa hilang dalam peristiwa ini, sementara sebelas warga lainnya harus menanggung luka. Di tengah asap yang masih mengepul, satu hal jelas: ini bukan serangan teroris, melainkan insiden industri yang masih dibedah tuntas oleh aparat penegak hukum.
Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, memastikan bahwa sumber ledakan bukan bom. "Dari hasil olah TKP sementara, ini bukan bom, tetapi ledakan yang masih kami dalami penyebabnya," tegasnya kepada awak media pada Kamis (15/10). Tim gabungan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan telah terjun ke lokasi untuk mengamankan area kejadian.
Detil forensik mulai terkuak. Petugas menemukan sebuah tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram di dalam area yang rusak parah. Gas ini lazim digunakan dalam dunia agribisnis untuk mempercepat pematangan buah. Di dekatnya, tumpukan pisang mentah berserakan, mengindikasikan bahwa lokasi tersebut aktif digunakan untuk pengemasan dan distribusi ke pasar-pasar sekitar. Beberapa saksi menyebut aktivitas pengemasan buah terus berjalan sebelum ledakan terjadi.
Keberadaan tabung gas lain di luar lokasi kejadian turut menjadi perhatian penyidik, meski keterkaitannya dengan pusat ledakan belum dapat disimpulkan. Kondisi malam yang buruk memaksa tim gabungan menghentikan sementara pemeriksaan di lokasi. Jadwal berlanjut pada pagi hari dengan dukungan penuh laboratoris forensik. Di sisi lain, lima orang saksi telah diamankan di Polres Tangerang Selatan untuk memberikan keterangan mengenai alur kerja di gudang tersebut sebelum bencana melanda.
Dampak fisiknya sangat nyata. Empat blok ruko berlantai dua hancur berserakan. Korban luka telah mendapat penanganan medis di tiga titik: Rumah Sakit Sari Asih, Rumah Sakit Insan Permata, dan RSUD Tangerang Selatan. Pendataan korban masih berlangsung untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat. Insiden ini menjadi pengingat keras tentang standar keselamatan kerja di kawasan [perdagangan](#) yang padat aktivitas dan risiko.
Analisis Redaksi
Temuan tabung gas etilen menjadi kunci utama dalam membongkar kronologi tragedi ini. Mengingat gas tersebut bersifat mudah terbakar dan digunakan dalam proses pematangan, kemungkinan besar ledakan dipicu oleh kebocoran atau penyalaan api di area gudang yang seharusnya steril dari percikan api. Penggunaan gas industri di dalam ruko yang juga merupakan tempat tinggal dan aktivitas niaga umum menunjukkan celah regulasi yang serius. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi kegagalan sistemik dalam penerapan standar keselamatan kerja (K3) pada skala mikro.
Bagi publik, ini adalah peringatan keras. Kawasan pasar yang padat seperti Cimanggis menjadi sangat rentan jika gudang-gudang penyimpanan bahan berbahaya beroperasi tanpa izin atau standar ketat. Warga perlu waspada terhadap praktik penggunaan gas etilen di rumah tangga atau tempat usaha yang tidak memenuhi syarat keselamatan. Ledakan ini menyoroti betapa ringannya konsekuensi dari kelalaian di sektor hilir pertanian. Jangan sampai tragedi serupa terulang karena mengabaikan prosedur penanganan bahan kimia.
Ke depan, polisi dan pemerintah daerah harus memperketat pengawasan terhadap penyimpanan bahan berbahaya di kawasan komersial. Hasil laboratorium forensik nanti akan menjadi acuan hukum untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab, apakah pemilik ruko, distributor, atau pihak ketiga yang kelalaian dalam distribusi gas. Kasus ini membuka ruang evaluasi besar-besaran terhadap izin usaha yang beroperasi di zona rawan. Akuntabilitas harus diutamakan agar kerugian materi dan jiwa dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

BPS: Penumpang LRT Jakarta Melonjak 66 Persen Sepanjang September 2026, Transjakarta Tembus 39 Juta Orang

Wisatawan ke Jakarta Capai 8,58 Juta Perjalanan, Naik 6,37 Persen Sepanjang September 2026

Jaga Aliran Limbah: Sudin SDA Kepulauan Seribu Bersihkan Bak Kontrol IPAL Panggang Antisipasi Banjir
