Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Finalis Benyamin S Award: Lurah Tampilkan Empat Pilar Pembangunan Menuju Kota Global

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Finalis Benyamin S Award: Lurah Tampilkan Empat Pilar Pembangunan Menuju Kota Global
BAGIKAN:

Sepuluh lurah finalis Benyamin S Award (BSA) 2026 hadap babak penilaian presentasi di Jakarta Pusat, Kamis (15/10) pagi. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, membuka rangkaian penilaian ini. Ia menekankan bahwa program ini merupakan salah satu unggulan gubernur. BSA menjadi pintu masuk agar Jakarta layak disebut kota global.

Visi Jakarta menuju kota global diwujudkan melalui aspek bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Lurah harus menonjolkan keempat aspek ini saat presentasi. Waktu sepuluh menit diberikan kepada setiap lurah finalis. Mereka wajib menjelaskan penerapan kategori BSA 2026 dan memutar video pemaparan.

Sesi lanjutan bersama juri berlangsung selama delapan menit. Juri tidak hanya mengajukan pertanyaan. Mereka juga memberi feedback atau rekomendasi langsung terhadap kelurahan. Penilaian final ini dipimpin oleh Nirwono Joga yang didampingi tiga dewan juri. Mereka adalah Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia Endra S. Atmawidjaja, dan Chief Knowledge Officer Ruang Waktu Wicaksono Sarosa.

Proses presentasi dimulai dari Kelurahan Kebon Sirih. Selanjutnya, giliran Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan ditutup oleh Pulau Panggang. Acara ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah, Sekretariat Daerah (Setda). Penghargaan ini mengapresiasi lurah yang meningkatkan kualitas wilayah secara nyata.

Benyamin S Award menjadi komitmen untuk mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Pengumuman penilaian dan acara puncak akan diselenggarakan pada 30 Oktober mendatang. Para lurah telah menunjukkan upaya konkrit mereka dalam memajukan wilayah. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi tata kelola kota di tingkat kelurahan.

Analisis Redaksi

Penekanan pada empat aspek pembangunan oleh Nirwono Joga menunjukkan pergeseran paradigma. Fokus tidak lagi pada infrastruktur besar, melainkan pada kualitas hidup di tingkat kelurahan. BSA menjadi alat ukur apakah visi kota global bisa dijangkau melalui pelayanan publik yang prima di akar rumput. Para lurah diuji kemampuannya dalam mengintegrasikan empat pilar tersebut dalam sepuluh menit.

Peran juri dari latar belakang berbeda menunjukkan kompleksitas penilaian. Mulai dari tata kota, penyehatan lingkungan, hingga manajemen pengetahuan. Rekomendasi yang diberikan bukan sekadar kritik, melainkan masukan strategis. Hal ini menandakan BSA bukan hanya kompetisi, tetapi juga forum pembinaan. Lurah yang lolos harus mampu menerjemahkan feedback ini menjadi program nyata.

Kemungkinan langkah selanjutnya bergantung pada hasil penilaian 30 Oktober. Lurah yang terpilih bisa menjadi rujukan bagi seluruh wilayah DKI. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan untuk standar pelayanan dasar. Keberhasilan program ini akan terukur dari seberapa cepat rekomendasi juri diimplementasikan di lapangan setelah pengumuman pemenang.

Meow! Tanya Nesi!
😸