Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Antrean BBM Ratusan Meter di Buleleng, Bupati Klaim Stok Aman hingga 15 Oktober

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Nasional
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Antrean BBM Ratusan Meter di Buleleng, Bupati Klaim Stok Aman hingga 15 Oktober
BAGIKAN:

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular mencapai ratusan meter di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, saat warga menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, situasi tersebut tercatat pada Rabu (14/10). Panjang antrean yang meluber ke jalan raya tersebut memaksa warga untuk menunggu dalam durasi yang sangat panjang. Hal ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan berdampak langsung pada produktivitas harian mereka. Seorang warga, Edy Toro, mengungkapkan dia telah mengantre sekitar dua jam hanya untuk mengisi kendaraan yang menjadi alat kerja utama.

"Sudah sekitar dua jam saya mengantre. Antreannya panjang banget. Tetapi, mau tidak mau harus nunggu karena kendaraan perlu BBM buat kerja. Kalau terus kayak gini, tidak bisa kerja," ujar Toro.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, akhirnya buka suara terkait kekacauan distribusi di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa secara fundamental, Artikel TerkaitBPS: Lonjakan Harga Cabai dan Beras Dorong Inflasi Oktober 2026 Capai 0,22 Persen

Sutjidra menjelaskan bahwa pasokan dipastikan sudah mencukupi untuk seluruh Bali hingga tanggal 15. "Kami sudah memantau beberapa lokasi SPBU. Antrean sudah mulai agak lengang. Memang masih ada antrean, tetapi pasokannya dipastikan sudah mencukupi untuk seluruh Bali sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15 ada lagi pasokan," kata Sutjidra. Ia menambahkan bahwa Pertamina telah memastikan pasokan, dan Pemkab Buleleng menugaskan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi UKM untuk memantau kondisi di lapangan secara berkala.

Pemerintah daerah kemudian mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk menghentikan perilaku

Analisis Redaksi

Klaim Bupati Sutjidra bahwa stok aman hingga 15 Oktober perlu dibaca secara kritis dalam konteks kepercayaan publik yang tengah tergerus. Ketika antrean fisik masih mengular ratusan meter, pernyataan 'pasokan mencukupi' terdengar kontras dengan realitas di lapangan. Ini mengindikasikan bahwa masalah utama bukan semata jumlah total stok, melainkan distribusi dan aksesibilitas di titik-titik SPBU tertentu yang mengalami bottleneck.

Langsung melarang penggunaan jeriken adalah langkah preventif yang logis, namun harus didukung dengan transparansi data. Publik berhak tahu berapa total ketersediaan harian per wilayah, bukan hanya jaminan agregat untuk 'seluruh Bali'. Jika tidak ada kejelasan ini, wacana 'stok aman' mudah dianggap sebagai propaganda birokrasi yang mengabaikan pengalaman langsung warga seperti Edy Toro.

Dampak lanjutan yang perlu diwaspadai adalah potensi ketegangan sosial jika antrean kembali memuncak setelah 15 Oktober saat pasokan baru masuk. Koordinasi antara Gubernur dan Pertamina yang disebut Sutjidra menjadi kunci. Jika mekanisme langganan untuk layanan darurat bisa dipertahankan tanpa terganggu antrean umum, itu menandakan ada prioritas yang bekerja. Namun, tanpa pengawasan ketat terhadap penjualan ilegal atau timbunan, imbauan ini berisiko menjadi sia-sia.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ