Satgas Cartenz Lumpuhkan 2 Anggota KKB Pelaku Pembunuhan Warga Yahukimo, 1 Tewas

Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Yahukimo berhasil dilumpuhkan petugas. Penangkapan terjadi di Jalan Seradala, Yahukimo, pada Selasa (13/10) pagi dalam operasi Satgas Cartenz. Salah satu pelaku, berinisial EH, tewas di lokasi kejadian, sementara rekannya, AD alias YH, mengalami luka dan tengah mendapat penanganan medis.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi identitas kedua pelaku tersebut. Keduanya terjaring setelah petugas mendapati upaya perlawanan saat proses penangkapan. "Karena pelaku melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap, dua orang berhasil kita lumpuhkan dengan cara memberikan tindakan tegas dan terukur," ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya. AD alias YH kini dibawa ke RSUD Dekai untuk pemeriksaan lanjutan, jenazah EH diserahkan kepada keluarga.
Hasil penyidikan awal mengaitkan kedua buronan ini dengan kasus pembunuhan A (46) yang terjadi pada Minggu (11/10). Korban tewas akibat luka tusuk di bagian punggung belakang saat sedang menurunkan muatan sembako di kawasan Ruko Blok B, Dekai. Yusuf menegaskan bahwa AD dan EH terafiliasi dengan KKB wilayah Yahukimo, khususnya Kodap XVI Batalyon Yamue di bawah pimpinan Kopitua Heluka.
Catatan buruk menjerat EH, yang sebelumnya merupakan buronan kasus pembunuhan Yonathan Arruan dan Asri Obet pada April 2023. Rekan setimnya, AD alias YH, juga diduga terlibat dalam pembunuhan pendulang Saharuddin di Kali Momo pada April 2025. Selain menangkap dua tersangka utama, petugas turut mengamankan empat orang lain—T.W. (38), E.H. (21), B.H. (17), dan P.G. (21)—yang sedang didalami keterlibatannya dalam kekerasan di Yahukimo.
Petugas menyita sejumlah barang bukti yang mencerminkan modus operandi kelompok bersenjata tersebut. Barang sitaan meliputi 12 anak panah, 15 batang bambu, 4 parang, 1 katapel, serta 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Ada juga kalung bermotif Bintang Kejora dan tas noken yang turut diamankan untuk kepentingan penyidikan hukum. Seluruh item tersebut kini dalam pengawasan ketat untuk menguak jaringan lebih luas.
Analisis Redaksi
Penangkapan ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan indikator eskalasi konflik di Papua yang terus berlangsung. Keterlibatan para pelaku dalam kasus lintas tahun, dari 2023 hingga 2025, menunjukkan pola keberulangan pelaku yang gagal direkrut atau dihukum secara efektif sebelumnya. Kehadiran amunisi kaliber 5,56 mm menyiratkan potensi keterlibatan aktor bersenjata berat yang melampaui skala gerombolan lokal, menuntut respons keamanan yang lebih terintegrasi.
Keamanan publik di Dekai dan Yahukimo masih menjadi prioritas utama. Proses pendalaman terhadap empat tersangka tambahan harus dilakukan dengan cepat untuk memutus rantai penegakan hukum yang selama ini terputus-putus. Masyarakat sipil perlu merasa aman bahwa ada respons negara yang konkret, bukan hanya reaktif, terhadap aksi kekerasan yang mengancam stabilitas daerah.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Polisi Ciduk Pria di Jakbar Terciduk Belanja Vape Berisi Etomidate Pakai Rp 20 Juta Uang Palsu

Rekonstruksi Kasus: Ayah Tiri dan Ibu Kandung Saling Tuduh Soal Pembungkus Jenazah Bayi 20 Bulan

Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Penimbun BBM Subsidi dengan Modus Modifikasi Truk
