Gerebek Lagi: 116 Personel Bubarkan Sarang Narkoba Kampung Boncos, Empat Pria Diciduk

Operasi gabungan kembali membongkar jaringan gelap di Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Senin (12/10), dengan hasil empat pria ditangkap dan enam lapak narkoba dibakar. Aparat gabungan yang dipimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri, BNNP DKI Jakarta, TNI, dan Satpol PP mengerahkan 116 personel untuk memutus mata rantai peredaran narkotika yang sudah lama menjadi momok warga sekitar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menegaskan, keempat tersangka berinisial MI (20), R (32), SA (45), dan MR (34) ditangkap saat razia. "Petugas berhasil mengamankan empat orang laki-laki," ujar Bismo dalam keterangan resminya pada Selasa (13/10). Penangkapan ini bukan pertama kali; Kampung Boncos sudah dua kali digerebek dalam kurun waktu singkat, menandakan lokasi ini masih menjadi titik rawan.
Barang bukti yang disita cukup signifikan. Petugas menyita 15 bong, 16 cangklong, satu timbangan elektrik, dua klip plastik, 20 korek api, dan dua ponsel. Di luar itu, ditemukan juga cetakan identitas e-wallet atas nama Musyarrofah serta senjata tajam berupa tiga pisau, dua gunting, dan satu cutter. Barang-barang ini mengindikasikan aktivitas transaksi dan pemakaian narkoba berlangsung rutin di lokasi tersebut.
Bismo menjelaskan, penggerebekan ini merupakan bagian dari program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). Ia menyebut tindakan ini sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pencegahan dan pemulihan pengguna narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ini bukan operasi pertama. Pada Jumat (9/10), aparat gabungan sudah menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Daan Mogot. Dari dua lokasi itu, 24 orang diamankan. "Dari Kampung Boncos ada 8 orang, dari Kampung Ambon ada 16 orang," kata Bismo saat itu. Barang bukti yang ditemukan saat itu antara lain sabu, ganja, senjata tajam seperti panah, tombak, busur, etomidate, dan timbangan. Status para pelaku masih dalam penyelidikan.
Analisis Redaksi
Kerapuhan kampung sebagai benteng terakhir perlindungan warga terlihat jelas dari dua penggerebekan dalam seminggu. Kampung Boncos dan Kampung Ambon tetap menjadi sarang narkoba meski sudah dua kali dibubarkan, menunjukkan celah dalam pengawasan pasca-operasi. Jika aparat tidak menindak sumber peredaran, bukan hanya lokasi, tapi jaringan, maka lapak-lapak baru akan bermunculan di titik lain.
Yang perlu diwaspadai adalah peran e-wallet dalam transaksi narkotika, yang membuat pelacakan lebih sulit dibanding transaksi tunai. Selain itu, temuan senjata tajam dan alat isap menunjukkan komunitas pemakai yang terorganisir, bukan sekadar pengguna individual. Tanpa intervensi berkelanjutan, risiko korban baru akan terus meningkat.
Langkah logis berikutnya adalah pendalaman asal narkoba dan siapa yang memasok ke Kampung Boncos. Bareskrim harus mengurai jaringan di hulu, bukan hanya memotong rantai di hilir. Tanpa itu, operasi rutin hanya menjadi formalitas, bukan solusi nyata bagi warga yang tinggal di kawasan ini.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Polisi Ciduk Pria di Jakbar Terciduk Belanja Vape Berisi Etomidate Pakai Rp 20 Juta Uang Palsu

Rekonstruksi Kasus: Ayah Tiri dan Ibu Kandung Saling Tuduh Soal Pembungkus Jenazah Bayi 20 Bulan

Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Penimbun BBM Subsidi dengan Modus Modifikasi Truk
