Mahasiswa Telkom University Diancam Semprotan Api di Asrama, Kampus Bentuk Tim Investigasi
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Sebuah video viral menunjukkan aksi perundungan brutal di lingkungan asrama Telkom University, Bandung. Seorang mahasiswa telanjang dada terlihat mengancam rekan sesama penghuni dengan menyemprotkan cairan pengharum ruangan yang dipantik korek api langsung ke wajah korban. Insiden kekerasan fisik dan psikologis ini memicu reaksi keras dari publik serta respons resmi dari pihak institusi pendidikan tersebut.
Kepala Sekretariat dan Hubungan Masyarakat Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, membenarkan adanya kejadian tersebut pada Sabtu (10/10) malam. Ia menegaskan bahwa kampus menanggapi serius dugaan perundungan yang menjadi perhatian luas masyarakat ini. Keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan seluruh mahasiswa dinyatakan sebagai prioritas utama institusi dalam menangani kasus ini.
Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) telah bergerak cepat. Mereka melakukan pendalaman sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan untuk memastikan fakta-fakta terungkap tanpa bias.
Pihak universitas juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pihak yang terdampak. Kerahasiaan identitas para pihak dijaga ketat selama proses investigasi berlangsung. Roosdiana menyatakan bahwa segala bentuk perundungan, intimidasi, dan kekerasan tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh Telkom University.
Sanksi tegas disiapkan bagi pelaku jika terbukti melanggar aturan internal. Setiap tindakan yang dikonfirmasi bersalah akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Universitas mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk menjaga ruang pendidikan yang aman dan saling menghormati, serta menghindari penyebaran konten pribadi yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi korban maupun pelaku.
Analisis Redaksi
Peristiwa ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan indikasi kegagalan sistem pengawasan di area privat seperti asrama. Penggunaan alat sehari-hari seperti pengharum ruangan sebagai senjata ancaman menunjukkan eskalasi perilaku agresif yang berbahaya. Pihak manajemen kampus harus mengevaluasi efektivitas program pencegahan kekerasan di lingkungan hunian mahasiswa, mengingat sering kali area asrama luput dari pemantauan intensif dibandingkan ruang kelas atau kantor administrasi.
Masyarakat perlu waspada terhadap dampak psikologis jangka panjang bagi korban perundungan semacam ini. Trauma akibat ancaman kematian atau luka bakar bisa membekas seumur hidup jika tidak ditangani dengan pendampingan profesional segera. Langkah proaktif kampus dalam menjaga kerahasiaan identitas sangat krusial agar korban tidak mengalami viktimisasi sekunder melalui stigma sosial atau persebaran data pribadi di media sosial.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Jatim Raih Satya JKN Awards 2026: Khofifah Perketat Kepatuhan Pekerja dalam Program JKN

Kemenperin Pacu Ekspor Kakao Olahan Lewat FTA, Capai 48% Produksi Asia

Wamentan Saleh: Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Petani Indonesia
