Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Retakan 30 Meter di Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Jadi Bahaya, BBPJN Siap Tindak Lanjut

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Retakan 30 Meter di Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Jadi Bahaya, BBPJN Siap Tindak Lanjut
BAGIKAN:

Jalan nasional Jalur Gumitir yang menjadi urat nadi transportasi antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur, kini berhadapan dengan ancaman keselamatan serius. Retakan tanah sepanjang 30 meter ditemukan berjarak hanya 80 sentimeter dari badan jalan, membayangi pengguna jalan yang melintas di kilometer 230. Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi temuan tersebut pada Jumat (9/10) setelah verifikasi lapangan menunjukkan adanya longsor di bahu jalan yang kini ditahan sementara menggunakan kantong pasir.

Laporan awal berasal dari relawan lokal, memicu tindakan cepat oleh petugas BPBD. Pemeriksaan di lapangan mengonfirmasi keberadaan retakan ringan yang posisinya krusial. Titik retakan berada sekitar dua hingga tiga meter dari sisi jurang. Kondisi ini bukan sekadar ketidaknyamanan visual, melainkan risiko struktur yang mengintai. Di titik terparah, celah tanah terukur selebar 1 hingga 2 sentimeter, sebuah ukuran kecil namun mengkhawatirkan mengingat kemiringan tanah yang rawan.

Sebagai jalan nasional, penanganan teknis di luar kewenangan daerah secara mandiri. Oleh karena itu, BPBD Jember menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Diskusi teknis berfokus pada mitigasi risiko sebelum cuaca memburuk. Langkah konkret disepakati untuk menangani dua masalah utama: integritas aspal pada bagian retak dan stabilitas tanah pada area longsor di bahu jalan.

Hasil koordinasi dengan BBPJN mengarah pada penambalan retakan sepanjang 30 meter tersebut dalam minggu berjalan. Upaya ini bertujuan memulihkan fungsi jalan dan menutup celah yang bisa diperparah oleh infiltrasi air. Untuk menahan longsor, kantong pasir yang sudah terpasang akan diperkuat dengan penambahan terpal. Tujuannya jelas: mencegah erosi lebih parah saat curah hujan meningkat. Selain itu, petugas juga memapas pohon beringin di sekitar lokasi.

Pemotongan bagian atas pohon ini bertujuan mengurangi beban akaris terhadap tanah, namun pohon tidak akan ditebang total. Keberadaan akar dianggap masih membantu menahan laju tanah longsor. Reboisasi di sejumlah titik juga direncanakan sebagai langkah jangka panjang untuk menjaga stabilitas lereng. Terkait arus lalu lintas, Edy menyatakan koordinasi dengan instansi terkait masih berlangsung untuk mengatur akses saat pekerjaan penambalan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu, dan berhati-hati melintas kawasan tersebut.

Analisis Redaksi

Keterlibatan relawan sebagai detektor awal menunjukkan fungsi pengawasan komunitas di jalur-jalur strategis daerah pegunungan yang kerap luput dari pantauan rutin dinas terkait. Fakta bahwa longsor sudah ditahan kantong pasir mengindikasikan respons darurat yang cepat, namun solusi tambal sementara 30 meter itu bersifat korektif, bukan preventif.

Langkah memapas pohon beringin dan rencana reboisasi mencerminkan pemahaman ekologis yang baik, mengakui peran vegetasi dalam stabilitas tanah. Namun, koordinasi lintas lembaga antara BPBD dan BBPJN perlu diawasi ketat agar pekerjaan minggu ini tidak tumpang tindih atau terhambat birokrasi, mengingat keselamatan publik adalah taruhan utama.

Meow! Tanya Nesi!
😸