Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang 400 Meter Ganggu Penerbangan

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang 400 Meter Ganggu Penerbangan
BAGIKAN:

Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang pada Kamis sore (8/10/2026), memaksa jarak pandang di bandara turun drastis hingga 400 meter dan membebani aktivitas warga serta maskapai penerbangan. Kondisi pekat yang berlangsung sejak pagi membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya, memicu kekhawatiran umum di tengah upaya penanganan intensif yang masih terhambat kondisi cuaca.

Warga terlihat menggunakan masker saat berlalu lintas, namun tidak semua konsisten memakai perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan. Menurut keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dijalankan karena tidak adanya potensi pertumbuhan awan hujan. Keterbatasan ini membuat hujan buatan belum bisa jadi solusi cepat untuk mengembunkan partikel asap di udara.

Dampak asap langsung terasa di sektor transportasi udara. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II terpaksa menunda sejumlah penerbangan demi alasan keamanan dan keselamatan. Pada Rabu (7/10/2026), tiga penerbangan sipil mengalami gangguan jadwal keberangkatan dan kedatangan. Penurunan jarak pandang menjadi faktor krusial yang memaksa pengendalian lalu lintas udara untuk bekerja lebih ekstra ketat guna mencegah insiden di landasan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, turun langsung meninjau penanganan di Palembang pada Rabu (7/10/2026). Diaz memimpin rapat koordinasi yang melibatkan 43 perusahaan swasta pemegang konsesi di wilayah satu yang memiliki titik kebakaran. "Kita perlu meningkatkan air tanah di lahan gambut yang sekarang ini sedang mengalami kekeringan dengan membangun sekat kanal, untuk kanal yang airnya kurang banyak akan diambil semacam intake dari sungai sekitar dan dibawa ke kanal di daerah konsesi yang rawan kebakaran, kita akan membawa air dengan pompa sentrifugal," tegas Diaz dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (9/10/2026).

Data satelit menunjukkan skala masalah yang besar. Per Rabu (7/10/2026), BNPB mencatat 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sementara 92 titik api masih membakar lahan seluas 390,61 hektare. Dalam kurun 24 jam terakhir, satelit NOAA20 mendeteksi 49 titik panas, dengan Ogan Komering Ilir menyumbang angka terbanyak yakni 45 titik, disusul Muara Enim dengan 4 titik. Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan kini berstatus sangat mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Sebagai langkah darurat, BNPB mengimbau warga untuk selalu mengenakan masker dan berhati-hati saat berkendara.

Analisis Redaksi

Kesulitan melakukan OMC karena minimnya potensi awan hujan menyoroti ketergantungan logistik penanganan karhutla pada faktor meteorologi yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan. Strategi Diaz Hendropriyono untuk membangun sekat kanal dan memanfaatkan pompa sentrifugal dari sungai terdekat menunjukkan pergeseran pendekatan dari penumpasan api saja ke pengelolaan tata air jangka panjang di lahan gambut. Tanpa suplai air yang cukup, api di konsesi swasta akan terus menjadi sumber emisi asap yang mengancam kesehatan publik dan konektivitas udara.

Keberlibatan 43 perusahaan konsesi dalam rapat koordinasi menjadi poin krusial. Akuntabilitas terhadap lahan yang terbakar harus dijaga ketat agar langkah teknis seperti pembuatan sekat kanal tidak sekadar wacana. Publik perlu mewaspadai bahwa kategori 'sangat mudah terbakar' ini adalah sinyal bahaya tinggi; jika musim kemarau berlanjut tanpa hujan buatan yang efektif, risiko kekambuhan kebakaran di Ogan Komering Ilir dan Muara Enim akan tetap mengintai, menuntut kesiapsiagaan yang lebih dari sekadar masker dan pengantaran kesehatan.

Keterlambatan penerbangan menjadi indikator ekonomi makro yang terdampak. Ribuan rute logistik dan mobilitas bisnis di Sumatera Selatan terganggu. Pemerintah daerah harus bersinergi dengan otoritas bandara untuk memetakan potensi kerugian ini sambil memastikan protokol keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Langkah selanjutnya yang logis adalah audit independen terhadap kesiapan infrastruktur air di lahan konsesi, mengingat ketergantungan pada hujan buatan yang gagal saat ini adalah titik lemah utama dalam rantai penanganan bencana.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ