Warga Malaka Sari Raih Finalis Benyamin S Award Berkat Budaya Bank Sampah Sejak 2011
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Selama dua dekade, praktik memilah sampah dari rumah tangga menjadi rutinitas yang mengakar di Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Keberhasilan komunitas lokal ini menjaga lingkungan bersih kini membuahkan hasil nyata dengan masuknya kelurahan tersebut ke dalam daftar sepuluh finalis Benyamin S Award (BSA), penghargaan lingkungan tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada Selasa (6/10), upaya tersebut dipasifikasi melalui penyelenggaraan Festival Pilah dan Olah Sampah yang menjadi panggung pamer hasil kreasi warga.
Rutin memisahkan residu dari sumbernya sudah menjadi budaya lama bagi para penduduk setempat. Esther, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa pemisahan sampah dapur telah diterapkan di setiap rumah tangga sejak lama. "Kita pilah, dapur udah dipisah sendiri," kata Esther dengan tegas. Dampaknya terlihat jelas saat ia menunjukkan bahwa volume residu yang masuk ke tong sampah menjadi berkurang signifikan karena telah melalui proses penyortiran di hulu.
Dalam skema pengelolaan ini, pembagian tugas sangat jelas. Petugas khusus ditugaskan untuk mengangkut sampah residu atau nonorganik yang sudah terpisahkan dari rumah warga. Sementara itu, sampah organik diolah secara mandiri oleh masyarakat menjadi kompos. Inovasi tidak berhenti di situ; minyak jelantah bekas yang biasa dibuang kini ditampung untuk diolah menjadi bahan baku sabun. Produk sabun tersebut pun menjadi salah satu daya tarik utama yang dipamerkan saat festival dilaksanakan, menunjukkan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Komunitas juga memiliki mekanisme ekonomi sirkular melalui Bank Sampah ASRI. Warga mengumpulkan sampah nonorganik, terutama plastik, dengan sistem tabungan di mana volume sampah berbanding lurus dengan nilai uang yang diterima. Esther menilai sistem ini memberikan berkah tersendiri, di mana hasil menabung sampah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian seperti jajan anak-anak. Sere, warga lain yang memiliki rekam jejak lebih panjang, mengungkap bahwa Bank Sampah ASRI mulai dibentuk pada tahun 2009. Pada 2010, wilayah setempat mengikuti perlombaan lingkungan yang membawa mereka pada pelatihan dan partisipasi kelompok masyarakat lebih luas. Kemandirian bank sampah dibangun pada 2011 dengan memanfaatkan barang seadanya dan sumbangan warga.
Pola kebiasaan warga yang sudah terbangun selama lebih dari satu dekade membuat regulasi baru dari Pemprov DKI Jakarta tidak lagi terasa asing. Sere menegaskan bahwa aturan wajib memilah sampah tidak mengagetkan masyarakat karena kesadaran tersebut sudah dimiliki sejak 2011. "Dari 2011 itu warga kita udah biasa lah milah sampah. Emang belum 100 persen, ya. Karena udah tau kan efeknya apa gitu," katanya. Ketahanan budaya lingkungan ini menjadikan keunggulan lokal Malaka Sari sebagai modal kuat dalam mempertahankan perolehan gelar finalis BSA, sebuah pengakuan resmi dari pemerintah daerah atas komitmen dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Analisis Redaksi
Kasus Malaka Sari menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan lingkungan di level kelurahan tidak bergantung pada sanksi berat, melainkan pada keberlanjutan budaya komunitas. Keberhasilan Bank Sampah ASRI, yang telah beroperasi sejak 2011, membuktikan bahwa insentif ekonomi kecil seperti nilai tukar sampah plastik mampu mengubah perilaku jutaan kilogram residu secara kolektif. Ini adalah bukti nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat lebih efektif jika dibangun melalui konsistensi bertahun-tahun, bukan proyek musiman.
Dengan masuknya kelurahan ini ke tahap finalis BSA, ada risiko narasi penghargaan berubah menjadi sekadar simbol tanpa dampaknya yang terukur. Namun, fakta lapangan menunjukkan infrastruktur sudah ada, dari komposting hingga pengolahan minyak jelantah. Tantangan ke depan bukan lagi soal edukasi dasar, melainkan bagaimana skalabilitas sistem ini dapat diterapkan di wilayah lain yang belum memiliki fondasi budaya sedalam Malaka Sari.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pramono Anung Pastikan DKI Ikuti Keputusan Pusat Soal Konser Andrea Bocelli 2026

Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Screen Time Anak
