Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

180 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan, Kalteng Terbanyak

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

180 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan, Kalteng Terbanyak
BAGIKAN:

Dampak cuaca buruk akibat kebakaran hutan dan lahan terus mengerek kerugian operasional maskapai. Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat total 180 penerbangan terdampak selama sepekan, periode 28 September hingga 4 Oktober 2026. Kerugian ini tersebar di tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Angka 180 penerbangan ini menunjukkan adanya perbaikan tipis dibanding pekan sebelumnya yang mencatat 304 penerbangan terdampak.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menjelaskan komposisi gangguan tersebut. Dari total 180 penerbangan, 63 di antaranya mengalami keterlambatan atau delayed. Sisanya, yakni 117 penerbangan, harus dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed). Ferdinan menegaskan tren pembatalan ini menurun drastis dari 240 penerbangan menjadi 117, atau sekitar 51,3 persen. Bahkan, jumlah penerbangan yang terpaksa mendarat di tempat lain (diverted) turun dari satu menjadi nihil.

Kalimantan Tengah masih menjadi sumber masalah terbesar dalam gangguan ini. Provinsi tersebut mencatat 125 penerbangan terdampak, yang terdiri dari 38 delayed dan 87 cancelled/postponed. Ferdinan menghitung proporsi ini, menyatakan Kalteng menyumbang sekitar 69,4 persen dari total gangguan selama periode tersebut. Penurunan signifikan terjadi dari 225 penerbangan terdampak pada pekan sebelumnya, kini menjadi 125 atau turun sekitar 44,4 persen. Dominasi Kalteng dalam daftar ini mengindikasikan konsentrasinya titik api di wilayah tersebut.

Sebaliknya, di Kalimantan Timur, trennya berkebalikan. Tercatat 47 penerbangan terdampak, sedikit meningkat dari 41 pada periode sebelumnya atau naik sekitar 14,6 persen. Rinciannya 19 delayed dan 28 cancelled/postponed. Namun, Kalimantan Utara justru menunjukkan pemulihan signifikan. Hanya 8 penerbangan terdampak, turun dari 38 atau sekitar 78,9 persen. Delapan gangguan ini terdiri dari enam delayed dan dua cancelled/postponed. Perbaikan ini terjadi meski kondisi jarak pandang masih ketat.

Jarak pandang atau visibility terendah tercatat hanya 100 meter di Bandara H Asan dan Bandara Haji Muhammad Sidik. Ferdinan menambahkan, angka ini sama dengan batas minimum pada periode sebelumnya. Meskipun demikian, dampaknya lebih terbatas dibandingkan pekan lalu karena sejumlah bandara lain mencatat rentang visibility yang lebih baik. Otoritas bandara menegaskan, setiap keputusan operasional tetap mengutamakan keselamatan. Mereka berjanji melakukan pemantauan berkelanjutan selama karhutla masih berlangsung, dengan mempertimbangkan kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Analisis Redaksi

Angka 180 penerbangan terdampak mungkin terdengar lebih sedikit, tetapi dampaknya tetap menghantam kepercayaan publik. Ketika 69,4 persen masalah terkonsentrasi di Kalteng, ini bukan lagi soal cuaca semata, melainkan kegagalan struktural dalam pencegahan dan pemadaman sumber api. Tren positif di Kaltara dan penurunan pembatalan di tingkat nasional adalah sinyal baik, tapi peningkatan di Kaltim mengkhawatirkan. Ini menunjukkan asap bergerak mengikuti angin, dan tidak ada provinsi di Kalimantan yang benar-benar aman dari kabut pekat.

Visibilitas 100 meter adalah batas kritis. Di level itu, operasional bandara bekerja di zona merah. Para penumpang perlu menyadari bahwa pembatalan dan keterlambatan bukan kelalaian maskapai, melainkan protokol keselamatan yang wajib dijalankan. Yang perlu diwaspadai adalah jeda waktu sepekan ini bisa saja menipu. Asap dari karhutla bisa datang tiba-tiba saat api membesar di lokasi lain. Masyarakat yang merencanakan perjalanan ke Kalimantan dalam jangka pendek harus memantau berita secara real-time dan memilih jadwal yang fleksibel. Otoritas bandara sudah benar melakukan pemantauan, tapi akar masalah di lapangan, yaitu padamnya titik api, masih menjadi tugas utama yang belum selesai.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ